Fenomena Konten
Trend married-Pinterest-
Selain itu, tren ini juga dinilai merusak batasan privasi dalam rumah tangga. Apa yang seharusnya menjadi momen sakral dan personal antara suami dan istri, kini justru dijadikan konsumsi massa demi mengejar angka views dan popularitas di media sosial.
Banyak pihak mengkhawatirkan bahwa normalisasi konten seperti ini akan terus melanggengkan budaya maskulinitas toksik yang memandang perempuan berdasarkan "harga" dan "titel" semata.
Fenomena ini menjadi pengingat penting bagi para pengguna media sosial bahwa tidak semua momen kehidupan pribadi layak dijadikan konten.
Etika digital dan rasa hormat terhadap pasangan seharusnya tetap menjadi prioritas utama di atas ambisi untuk menjadi viral.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
