Disway Award

WeNanamPohon, Aksi Jerhemy Owen tanam 10 Ribu Pohon

WeNanamPohon, Aksi Jerhemy Owen tanam 10 Ribu Pohon

Gerakan WeNanamPohon-Instagram/jeremynemo -

Meski kampanye ini berhasil menggerakkan ribuan orang dan mengumpulkan 10 ribu pohon melalui unggahan media sosial, Owen tetap merasa penting untuk melakukan aksi nyata secara langsung.

Ia turun ke lokasi, menggali lubang, memasukkan bibit, dan menutupnya dengan tanah. Setiap pohon yang ditanamnya menjadi simbol dedikasi personal terhadap gerakan yang lebih besar.

Kampanye #WeNanamPohon sendiri mengandalkan kekuatan media sosial. Setiap 15 unggahan dengan tagar kampanye dikonversi menjadi satu pohon yang ditanam.

Strategi ini terbukti efektif menyebarkan semangat partisipasi lingkungan dengan cara yang sederhana dan dapat diikuti siapa saja, dari mana saja.

BACA JUGA:Jangan Asal Tebas, Ini 5 Tips Menebang Pohon Angker di Pekarangan Rumah

BACA JUGA:Paguyuban LMDH Kabupaten Lebak Sebarkan Harapan Hijau: Pembagian Bibit Tanaman Hutan Menyemarakkan Hari Pohon

Namun, sepuluh pohon yang ditanam Owen punya makna yang lebih mendalam dibanding ribuan lainnya. Ia menjadi penanda awal, sebuah komitmen pribadi yang kemudian membuka jalan bagi partisipasi publik.

Dengan menanam sendiri, ia ingin menegaskan bahwa kampanye ini bukan sekadar konten, tapi aksi yang ditanam dan akan terus tumbuh.

Kampung Cibulao dipilih karena lokasinya yang krusial. Sebagai hulu Ciliwung, daerah ini berperan penting dalam mencegah banjir di wilayah hilir seperti Jakarta.

Menanam pohon di sana bukan hanya memberi oksigen atau keindahan, tapi juga menyentuh masalah krisis iklim secara langsung.

Pendekatan Owen tidak berhenti pada penanaman. Ia dan timnya menggandeng kelompok tani hutan lokal untuk memantau pertumbuhan pohon-pohon tersebut.

BACA JUGA:Pasir Pari, Spot Foto dengan Rimbunnya Pohon Mahoni Gunung Karang

BACA JUGA:Kebon Jati Cilegon, Wisata Cilegon dengan Indahnya Hamparan Pepohonan Jati

Dengan begitu, upaya ini tidak berakhir sebagai kegiatan satu hari, melainkan menjadi proses berkelanjutan yang memberdayakan masyarakat setempat.

Tanpa perlu hadir di lokasi, masyarakat tetap bisa berkontribusi. Cukup dengan membuat konten dan menyertakan tagar, mereka sudah ikut menanam pohon. Aksesibilitas inilah yang membuat kampanye ini menjangkau banyak kalangan, terutama generasi muda yang aktif di media sosial.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: