Keranjang Belanja Makin Penuh? Ini 6 Trik Jitu Biar Nggak Kalap Saat Checkout
Keranjang belanja marketplace -Shopee-
INFORADAR.ID — Marketplace memang menawarkan kemudahan dalam berbelanja, tetapi berbagai promo, diskon dan iklan yang muncul di media sosial juga membuat seseorang membeli barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan bahwa paparan iklan di media sosial bisa memicu impulsive buying, yang meningkatkan resiko mengurangi tabungan dan menimbulkan utang konsumtif.
Trik pertama, lebih bijak dalam membedakan mana yang kebutuhan dan mana yang sekedar keinginan. Tanya dua kali kepada diri sendiri, apakah barang tersebut memang diperlukan atau hanya menarik karena sedang diskon. OJK juga menyarankan konsumen membatasi alokasi dana belanja agar pengeluaran tetap sesuai dengan kemampuan finansial.
Kedua, jangan langsung melakukan checkout barang ketika menemukan barang yang menarik. Coba beri jeda, misalnya 24 jam, sebelum memutuskan untuk memberli. Waktu jeda ini bisa digunakan untuk berfikir kembali manfaat barang dan kondisi keuangan, terutama jika pembelian tersebut mendesak.
BACA JUGA:Pemkab Serang Dorong Pelajar Asah Skill dan Kreativitas Hadapi Persaingan di Era Bonus Demografi
BACA JUGA:KIP Kuliah 2026 Tembus Rp15,3 Triliun, Seberapa Besar Dampaknya bagi Mahasiswa?
Ketiga, coba buka marketplace lainnya untuk membandingkan harga yang terbaik. FTC menyarankan kepada konsumen untuk mengcomparison shopping dan memperhitungkan biaya tambahan seperti ongkos kirim, pajak, ataupun biaya lainnya sebelum menilai sebuah produk benar-benar murah.
Keempat, manfaatkan fitur wishlist atau simpan barang terlebih dahulu. Cara ini membuat pengguna tidak harus langsung membeli ketika melihat produk. Kelima, buat batas anggaran belanja dan patuhi nominal tersebut. Keenam, baca ulasan secara kritis serta periksa kebijakan pengembalian barang sebelum membayar. FTC mengingatkan bahwa tidak semua ulasan online dapat dipercaya.
Pada akhirnya, belanja online bukan hanya soal menemukan harga murah, tetapi juga memastikan barang tersebut memang dibutuhkan dan sesuai kemampuan. Dengan membedakan kebutuhan dan keinginan, memberi jeda sebelum checkout, membandingkan harga, serta menetapkan anggaran, kebiasaan belanja impulsif dapat lebih dikendalikan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: