Disway Award

Bawa-Bawa Label Alumni LPDP, 'Flexing' Kontribusi Tasya Kamila Malah Berujung Jadi Bahan Debat Panas Netizen

Bawa-Bawa Label Alumni LPDP, 'Flexing' Kontribusi Tasya Kamila Malah Berujung Jadi Bahan Debat Panas Netizen

Potret Tasya Kamila-@tasyakamila-

INFORADAR.ID - Nama Tasya Kamila mendadak jadi buah bibir di media sosial, tapi kali ini bukan karena lagu anak-anak atau prestasinya yang bikin iri.

Mantan penyanyi cilik ini memicu kegaduhan setelah mengunggah daftar kontribusi yang sudah ia berikan kepada negara sebagai alumni beasiswa LPDP.

Alih-alih mendapat pujian, unggahan tersebut justru dianggap sebagian orang sebagai upaya "pembersihan nama" di tengah panasnya isu alumni beasiswa negara yang enggan pulang ke tanah air.

Warganet mulai terbagi dua kubu dalam menanggapi poin-poin yang dipamerkan Tasya.

Ada yang merasa langkahnya sangat menginspirasi karena ia tetap memilih berkarier di Indonesia dan aktif di berbagai isu lingkungan.

Namun, tak sedikit juga yang melontarkan sindiran tajam, menyebut kontribusi yang ia banggakan seperti menjadi pembicara atau membuat konten edukasi terasa terlalu kecil dan "berkelas" jika dibandingkan dengan dana miliaran rupiah yang telah dikeluarkan negara untuk sekolahnya di Columbia University.

Situasi makin runyam karena Tasya membagikan hal ini tepat saat publik sedang sensitif dengan kasus alumni LPDP lain yang terang-terangan ogah jadi WNI.

Gaya komunikasinya yang dianggap terlalu formal dan terkesan defensif membuat banyak orang merasa bahwa kontribusi seharusnya dibuktikan dengan kerja nyata yang berdampak langsung ke akar rumput, bukan sekadar daftar pencapaian di media sosial yang tampak seperti profil LinkedIn.

Antara Tanggung Jawab Moral dan Standar Kontribusi yang Jadi Perdebatan

Polemik ini sebenarnya membuka ruang diskusi yang lebih besar soal apa sih standar "mengabdi" yang diinginkan masyarakat dari seorang penerima beasiswa.

Di satu sisi, Tasya Kamila memang tidak melanggar aturan administratif apa pun karena ia menetap di dalam negeri.

Namun, di sisi lain, eksposure yang ia miliki sebagai selebriti membuatnya selalu berada di bawah mikroskop publik yang menuntut lebih dari sekadar partisipasi di seminar-seminar elite.

 

Andrea Kesya Tindas Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait