Dari Rekaman CCTV, Ny Putri Sambo Berada di TKP dan Terlibat Perencanaan

Dari Rekaman CCTV, Ny Putri Sambo Berada di TKP dan Terlibat Perencanaan

Ny Putri Candrawathi terekam kamera CCTV di TKP tewasnya Brigadir J. Foto: -- Tangkapan layar disway.id ----

JAKARTA, INFORADAR.ID --- Satu per satu bukti penting kasus penembakan Brigadir J di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo terungkap. CCTV rumah dinas yang selama ini diskenariokan rusak dua minggu sebelum kejadian ditemukan. 

Dari CCTV yang ditemukan tersebut, Polri berhasil mengungkap fakta, yaitu tentang situasi pembunuhan Brigadir J berlangsung. 

Diketahui sebelumnya Polri juga telah menetapkan istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi sebagai tersangka tewasnya Brigadir J.

Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi mengungkapkan tersangka Putri Candrawathi yang sebelumnya disebut alami pelecehan juga tertangkap kamera CCTV.

Bahkan aktivitas Putri Candrawathi di lokasi saat merencanakan pembunuhan juga tertangkap kamera CCTV.

"PC ada di lokasi sejak Saguling sampai dengan Duren Tiga dan melakukan perencanaan pembunuhan Brigadir J," ungkap Andi Rian di Mabes Polri, Jumat, 19 Agustus 2022. 

"CCTV sangat vital yang menggambarkan situasi sebelum dan sesaat kejadian di Komplek Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan sudah ditemukan," tambah Brigjen Andi Rian.

Perlu diketahui, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menyebut Ferdy Sambo yang memerintahkan Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E untuk menembak Brigadir J. 

Sejak Sabtu, 6 Agustus 2022 sore, Irjen Pol Ferdy Sambo sudah dibawa ke Mako Brimob Kelapa Dua Depok

Di sisi lain, Komnas HAM menduga kuat jika eksekutor Brigadir J bukan hanya Bharada E seorang.

Kecurigaan eksekutor Brigadir J lebih dari satu ini diungkapkan oleh Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik.

Menurutnya, hal ini akan terungkap setelah hasil autopsi ulang ke-2 keluar. "Kami menduga kuat ada eksekutor lain," ujar Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik kepada wartawan, Jumat 19 Agustus 2022.

Dia menyebut jika besaran lubang peluru berbeda, maka ada dugaan eksekutor lain.

"Tunggu saja hasil autopsi ulang dan uji balistik. Kalau terbukti besaran lubang bekas peluru di tubuh Joshua adalah karena jenis peluru berbeda, maka pasti eksekutornya bukan hanya (Bharada) E," tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: