PUKTANI Jadi Upaya KKM Kelompok 16 Edukasi Petani Kelola Limbah Organik Bernilai Manfaat

PUKTANI Jadi Upaya KKM Kelompok 16 Edukasi Petani Kelola Limbah Organik Bernilai Manfaat

Praktik pembuatan pupuk organik cair (POC) dan eco enzyme bersama warga Desa Cisalam.-Sumber : Istimewa -

INFORADAR - KKM Kelompok 16 Desa Cisalam menggelar program Pupuk Nabati untuk Petani (PUKTANI) di Aula Kantor Desa Cisalam pada Rabu (22/7). Kegiatan tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai cara mengolah limbah organik rumah tangga menjadi pupuk organik cair (POC) dan eco enzyme yang ramah lingkungan serta memiliki nilai manfaat bagi kehidupan sehari-hari

Dalam kegiatan tersebut, Sri Ritawati selaku pemateri menjelaskan bahwa pemanfaatan limbah organik menjadi POC dan eco enzyme dapat menjadi solusi untuk mengurangi permasalahan sampah sekaligus mendukung pelestarian lingkungan. Menurutnya, pengolahan limbah organik mampu mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA), menekan emisi gas metana, serta meminimalkan pencemaran lingkungan.

"Selain membantu mengurangi sampah, hasil olahan limbah organik juga dapat dimanfaatkan sebagai pupuk alami maupun cairan pembersih yang lebih hemat biaya dan ramah lingkungan," ujar Sri.

Ia menjelaskan, pupuk organik cair memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan pupuk kimia karena lebih cepat diserap tanaman. Selain itu, POC juga berperan dalam memperbaiki struktur tanah dan menjaga kesuburan lahan secara berkelanjutan tanpa merusak keseimbangan ekosistem.

Menurutnya, masyarakat dapat membuat POC dan eco enzyme dengan langkah sederhana, seperti membiasakan memilah sampah organik, memanfaatkan sisa limbah dapur, memotong bahan menjadi ukuran kecil agar proses penguraian lebih cepat, serta menggunakan wadah bekas seperti botol atau galon plastik sebagai tempat fermentasi.

Sementara itu, Ketua Pelaksana kegiatan, TB. Dimas Fakhri Zakiy, mengatakan program PUKTANI dipilih karena mayoritas warga Desa Cisalam bekerja di sektor pertanian. Di sisi lain, pengelolaan limbah organik rumah tangga juga masih menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian.

"Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan alternatif bagi petani untuk memperoleh pupuk dengan biaya yang lebih terjangkau, sekaligus mengedukasi masyarakat agar limbah organik rumah tangga dapat dimanfaatkan menjadi sesuatu yang bernilai," katanya.

Ia berharap program tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Cisalam, baik dalam membantu mengurangi biaya pertanian maupun meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.

"Kami berharap masyarakat dapat menerapkan ilmu yang diperoleh sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang, baik untuk mendukung kegiatan pertanian maupun menjaga lingkungan tetap bersih," tutupnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: