Puasa Ayyamul Bidh di Februari 2026, Ini Tanggalnya
Jadwal puasa ayyamul bidh di bulan Februari 2026-Ahmed Aqtai -Pexels.com
Pendapat Pertama: Boleh Menggabungkan
Sebagian ulama membolehkan seseorang menggabungkan niat qadha dengan puasa sunnah. Caranya adalah dengan meniatkan puasa qadha sebagai niat utama, kemudian dilaksanakan pada hari-hari yang memiliki keutamaan seperti Senin-Kamis, Ayyamul Bidh, atau Arafah. Harapannya, pelaku akan mendapatkan pahala keduanya sekaligus.
Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah menyatakan bahwa siapa yang berpuasa qadha pada hari-hari istimewa seperti Arafah atau Asyura, ia berpeluang mendapatkan dua pahala: pahala qadha dan pahala puasa sunnah tersebut. Hal ini berlaku untuk puasa sunnah yang tidak terkait langsung dengan Ramadhan.
Dalil yang digunakan antara lain hadits dari Aisyah radhiyallahu ‘anha ketika Rasulullah SAW bertanya apakah ada makanan. Setelah dijawab tidak ada, beliau pun berpuasa tanpa menyebutkan jenis puasa tertentu. Ini menunjukkan fleksibilitas dalam niat puasa sunnah.
Pendapat Kedua: Tidak Boleh, Harus Dipisahkan
Pendapat lain menyatakan bahwa puasa qadha dan sunnah tidak bisa digabungkan. Alasannya, puasa qadha adalah kewajiban yang harus diselesaikan, sementara puasa sunnah bersifat anjuran. Dalam kaidah fiqh, ibadah wajib memiliki kedudukan lebih tinggi daripada sunnah.
Karenanya, prioritas utama adalah menyelesaikan tanggungan puasa wajib terlebih dahulu. Tidak ada yang tahu sampai kapan usia seseorang, sehingga hutang kepada Allah harus segera dilunasi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
