Presiden FIFA Gianni Infantino Dipastikan Tetap Mencalonkan Diri Dalam Pemilihan Presiden FIFA 2027
FIFA mengonfirmasi bahwa Gianni Infantino akan tetap mencalonkan diri dalam Pemilihan Presiden FIFA pada Maret 2027 mendatang.--
INFORADAR.ID – Juru bicara FIFA memastikan bahwa Gianni Infantino tetap berkomitmen untuk mencalonkan diri dalam pemilihan Presiden FIFA yang dijadwalkan berlangsung pada Maret 2027 mendatang. Keputusan tersebut ditegaskan kembali usai Infantino diterpa berbagai penolakan keras akibat rencana kebijakan komersialisasi turnamen yang dinilai kontroversial.
Mengutip dari Kompas.com, Infantino menghadapi gelombang desakan mundur yang dilancarkan oleh tiga konfederasi besar, yaitu UEFA, AFC, dan CONCACAF. Tekanan tersebut memuncak setelah rencananya untuk menjual 20 persen saham hak komersial Piala Dunia dan ajang FIFA lainnya melalui entitas bentukan baru, FIFA Forward Enterprise (FFE) resmi dibatalkan akibat banjir kecaman dari para anggotanya.
Walau mendapat penolakan tajam dari kawasan Eropa, Asia, serta Amerika Utara dan Tengah, posisi Infantino masih disokong oleh dukungan kuat dari konfederasi Afrika (CAF) dan Amerika Selatan (CONMEBOL). Pihak FIFA menegaskan bahwa rencana pencalonan yang telah diumumkan sejak April lalu tidak mengalami perubahan sama sekali dan sang presiden akan tetap maju sesuai agenda.
Menanggapi gejolak politik dan perselisihan hukum dengan UEFA yang tengah berkembang dalam dua bulan terakhir, Infantino memilih untuk membatasi komentar publik saat menghadiri gelaran Piala Dunia U20 di Polandia. Pria asal Swiss tersebut menyatakan akan memberikan keterangan resmi pada waktu dan kesempatan yang tepat, sembari menegaskan fokus utamanya saat ini adalah menyelesaikan program kerja organisasi hingga akhir masa jabatan.
Sikap teguh Gianni Infantino untuk kembali bertarung dalam Pemilihan Presiden FIFA 2027 mencerminkan besarnya fragmentasi politik di tingkat tata kelola sepak bola global saat ini. Pembelahan dukungan antara UEFA, AFC, dan CONCACAF di satu sisi, melawan CAF serta CONMEBOL di sisi lain, menunjukkan adanya benturan kepentingan yang mendalam mengenai arah komersialisasi serta pembagian hak komersial di ajang-ajang unggulan FIFA.
Eskalasi perselisihan hukum antara UEFA dan FIFA terkait pembentukan entitas komersial FFE mengindikasikan bahwa dinamika kepemimpinan ini tidak lagi sekadar perebutan kursi kekuasaan, melainkan menyangkut transparansi dan kendali atas tata kelola keuangan sepak bola dunia. Di tengah absennya kandidat tandingan resmi hingga saat ini, kepemimpinan Infantino dituntut untuk segera memulihkan keharmonisan antar-konfederasi demi menjaga stabilitas kompetisi internasional yang menjadi pilar utama olahraga ini.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: