Dinilai Nirempati di Tengah Asap Karhutla: Istri Pejabat Daerah di Kalimantan Sempat-Sempatnya Gelar Pesta
Tindakan pejabat kembali memicu kemarahan publik!--
INFORADAR.ID – Gelombang kritik tajam dari masyarakat kembali mengarah kepada tatanan gaya hidup para elite pejabat daerah di Pulau Kalimantan. Berdasarkan laporan dari laman AFU.ID, perayaan ulang tahun Masrupah Syarifuddin, istri dari Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Selatan, Roy Rizali Anwar, mendadak menjadi sorotan publik akibat dinilai tidak memiliki rasa empati terhadap bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Pesta berkonsep mewah dengan mengusung tema "Kembali Muda" tersebut diselenggarakan di sebuah restoran pada akhir Agustus 2026, tepat ketika ribuan petugas gabungan sedang berjuang memadamkan kobaran api. Reaksi Keras Warganet dan Tudingan Nirempati. berdasarkan rincian informasi dari laman AFU.ID, beredarnya foto serta rekaman video suasana kemeriahan acara tersebut di media sosial langsung memicu amarah publik yang menganggap kegiatan itu sangat tone-deaf.
Unggahan Akun X @bismillahyuk_ mengkritik keras aksi perayaan mewah tersebut dan menilai bahwa kegiatan itu mencerminkan ketiadaan rasa peka dari pejabat daerah di tengah penderitaan warga yang terpapar kabut asap. Sorotan Akun X @sibambaang, menegaskan bahwa perayaan ulang tahun istri pejabat di tengah krisis karhutla merupakan bentuk tindakan yang nirempati.
Sebagaimana disajikan dalam artikel laman AFU.ID, sorotan atas kegiatan seremonial pejabat di tengah bencana asap bukan pertama kali terjadi di Kalimantan. Sebelum peristiwa di Kalimantan Selatan, publik Kalimantan Tengah sempat dihebohkan oleh maraknya ucapan selamat ulang tahun satu halaman penuh koran bagi istri Gubernur, hingga unggahan liburan pribadi di kala warga sedang menghirup asap karhutla.
Meski sebagian pihak menilai bahwa syukuran pribadi tidak melanggar hukum selama tidak memakai anggaran negara, warganet dan korban terdampak menekankan pentingnya etika publik serta empati moral dari seorang pejabat. Kemewahan pesta di ruang tertutup terasa sangat kontras jika disandingkan dengan data faktual lonjakan kasus karhutla yang mengepung wilayah Kalimantan sepanjang Agustus 2026.
Data BPBD Kalsel per 25 Agustus 2026 mencatat ada 1.903 kejadian karhutla yang menghanguskan 9.088,75 hektare lahan dengan temuan 10.910 titik panas (hotspot). Dinas Kehutanan Kaltim mencatat 572,83 hektare lahan terbakar, serta BMKG Balikpapan mendeteksi lonjakan hingga 11.869 titik panas. BPB-PK Kalteng melaporkan akumulasi 4.883 titik hotspot dan 933 kejadian kebakaran aktif, di mana BMKG mencatat Pulau Kalimantan sebagai penyumbang titik panas terbesar nasional pada 25 Agustus 2026.
Peristiwa ini menjadi momentum penting bagi para pejabat publik untuk senantiasa menjaga kepekaan sosial dan etika di tengah krisis bencana. Sebagaimana dilaporkan laman AFU.ID, rasa empati dan kesederhanaan para pimpinan daerah sangat dibutuhkan oleh masyarakat yang sedang berjuang menghadapi dampak buruk bencana kabut asap karhutla.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: