Kemensos Gandeng SP2MI Buka Jalan Sekolah Lagi bagi 4 Juta Anak Tidak Sekolah
Kemensos Gandeng SP2MI Buka Jalan Sekolah Lagi bagi 4 Juta Anak Tidak Sekolah--
INFORADAR.ID - Jutaan anak dan remaja yang berada di luar sistem pendidikan formal mendapat peluang untuk kembali belajar. Kementerian Sosial (Kemensos) menggandeng Serikat Penggerak pendidikan Masyarakat Indonesia (SP2MI) untuk memperluas pendidikan kesetaraan bagi Anak Tidak Sekolah (ATS) melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).
Kesepakatan tersebut dibahas dalam pertemuan Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dengan Ketua Umum SP2MI Amirudin di Kantor Kemensos, Jakarta, Kamis 13 Agustus kemarin. Kolaborasi ini menyasar anak dan remaja dari keluarga kurang mampu yang belum atau tidak lagi mendapatkan pendidikan formal.
Gus Ipul mengatakan persoalan ATS di Indonesia masih cukup besar. Berdasarkan data resmi, jumlah anak tidak sekolah mencapai lebih dari empat juta orang. Ia menilai angka tersebut berpotensi lebih besar karena fenomena di lapangan seperti gunung es.
“ATS itu 4 juta (orang) lebih, itu data resminya. Saya kira selalu data kita fenomena gunung es, bisa jauh lebih besar,” kata Gus Ipul.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah banyaknya anak yang tidak melanjutkan pendidikan dari jenjang SD ke SMP. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya pendekatan yang lebih fleksibel agar mereka tetap memiliki kesempatan memperoleh pendidikan meski sudah keluar dari jalur sekolah formal.
BACA JUGA:HUT RI ke-81, Naik Transjakarta, MRT, dan LRT Jakarta Cuma Rp1 pada 17 Agustus 2026
Melalui kerja sama ini, Kemensos akan menyediakan tempat untuk kegiatan PKBM dengan memanfaatkan gedung Sekolah Rakyat rintisan di sejumlah Sentra Kemensos. Gedung tersebut kini tidak lagi digunakan setelah para siswa pindah ke Sekolah Rakyat permanen.
Sementara itu, SP2MI akan mendukung program melalui penyediaan tenaga pengajar. Organisasi tersebut memiliki anggota dari berbagai daerah dengan pengalaman dalam menyelenggarakan pendidikan kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C.
“(Penyediaan) tenaga pengajar, itu yang kita kerja sama. Ini kerja sama mulai kecil-kecil dulu, nanti secara nasional,” ujar Gus Ipul.
Gus Ipul juga melihat peluang kolaborasi tersebut untuk terhubung dengan program Sekolah Rakyat. Anak atau remaja yang sebelumnya putus sekolah dapat mengikuti pendidikan kesetaraan terlebih dahulu di PKBM sebelum melanjutkan pendidikan formal sesuai jenjangnya.
Menurutnya, usia tidak seharusnya menjadi alasan seseorang kehilangan kesempatan untuk mendapatkan pendidikan. Bahkan, remaja yang sudah berusia dewasa tetapi belum pernah mengenyam pendidikan tetap perlu mendapatkan jalur untuk mengejar ketertinggalannya.
BACA JUGA:Siswi Sekolah Rakyat Jadi Calon Paskibraka 2026, Mensesneg Prasetyo Hadi Ikut Bangga
BACA JUGA:Kemensos Percepat Sekolah Rakyat Permanen, 66 Pemda Diminta Segera Tuntaskan Syarat Lahan
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: