Dihantam Arus Kencang, Dua Kapal Wisata Tabrakan di Selat Padar Labuan Bajo

Jumat 02-10-2026,08:18 WIB
Reporter : Billgheza Alshakira Bunga
Editor : Haidaroh

INFORADAR.ID – Dua kapal wisata yang melintas di perairan Selat Padar Kecil, kawasan Taman Nasional Komodo, terlibat insiden kecelakaan pada Selasa (15/9) sekitar pukul 08.30 WITA.

Berdasarkan laporan dari CNN Indonesia, peristiwa benturan antara KM AIMAR dan KM Budi Utama tersebut dipicu oleh terjangan arus laut yang sangat kencang di jalur pelayaran tersebut.

Insiden bermula saat KM AIMAR yang mengangkut 17 penumpang wisata dan 9 awak kapal sedang berlayar menuju kawasan Long Beach. Saat memasuki Selat Padar Kecil, arus deras mendadak membawa KM Budi Utama meluncur ke arah KM AIMAR. Kendati nakhoda KM AIMAR telah berupaya mengerem dan mengundurkan kapal, benturan pada bagian haluan tidak dapat dihindarkan.

Meskipun bagian depan KM AIMAR mengalami kerusakan ringan pada komponen haluan, badan kapal dipastikan tetap stabil dan layak berlayar. Pihak otoritas mengonfirmasi bahwa tidak ada korban jiwa, luka-luka, maupun dampak pencemaran lingkungan laut akibat insiden ini.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo, Stefanus Risdiyanto, membenarkan terjadinya insiden tersebut dan menegaskan bahwa faktor cuaca serta dinamika arus ekstrem menjadi pemicu utama.

Pihak KSOP mengimbau seluruh nakhoda kapal wisata untuk senantiasa memantau prakiraan cuaca serta kondisi arus sebelum memasuki perairan rawan seperti Selat Padar.

Peristiwa ini terjadi selang beberapa hari setelah KSOP mengeluarkan larangan pelayaran sementara menuju Pulau Komodo dan Pulau Padar tertanggal 12 September 2026.

Kebijakan pembatasan tersebut diterbitkan merespons peringatan dini dari BMKG terkait potensi gelombang tinggi hingga 1,9 meter dan angin kencang di wilayah perairan Nusa Tenggara Timur.

Insiden ini menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap peringatan dini cuaca bagi seluruh operator kapal wisata demi menjamin keselamatan transportasi laut di destinasi wisata super prioritas.

Pengetatan evaluasi kelaikan kapal serta kesiapan nakhoda saat menghadapi arus ekstrem di titik-titik rawan menjadi prioritas yang tidak boleh diabaikan.

Ke depannya, koordinasi antara KSOP, BMKG, dan agen pelayaran perlu ditingkatkan dalam pengawasan izin berlayar harian. Langkah penegakan standar keselamatan yang tegas diharapkan dapat meminimalkan risiko kecelakaan serupa serta menjaga citra keamanan pariwisata Labuan Bajo.

Kategori :