INFORADAR.ID - Harga masker mengalami kenaikan di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk melindungi diri dari paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Kondisi tersebut terjadi setelah sebaran abu vulkanik mencapai sejumlah wilayah di Banten, Jakarta, Jawa Barat, hingga Lampung.
Masker kini menjadi salah satu barang yang banyak dicari masyarakat. Warga mulai menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah sebagai langkah untuk mengurangi risiko paparan abu vulkanik yang dapat mengganggu saluran pernapasan.
Lonjakan permintaan juga berdampak pada harga masker di sejumlah platform e-commerce. Salah satu laporan menyebutkan harga masker KN95 yang sebelumnya sekitar Rp1.650 per buah meningkat menjadi Rp16.500 per buah setelah pesanan sebelumnya dibatalkan oleh penjual. Kenaikan tersebut mencapai sekitar 10 kali lipat.
Tak hanya harga, permintaan masker juga mengalami peningkatan di sejumlah wilayah. Di Jakarta Selatan, misalnya, pedagang melaporkan penjualan masker meningkat hingga empat kali dibandingkan hari biasa karena warga mulai memburu masker setelah merasakan dampak abu vulkanik.
Kondisi ini mendapat perhatian dari pemerintah. Kementerian Kesehatan melakukan pemantauan terhadap harga dan ketersediaan masker serta berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan dan pemerintah daerah untuk mencegah praktik penimbunan maupun kenaikan harga yang tidak wajar.
Di Banten sendiri, kebutuhan masker juga meningkat. LKBN ANTARA Biro Banten bahkan menyalurkan 1.200 masker gratis kepada masyarakat di kawasan pesisir Kabupaten Serang yang terdampak langsung abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Masyarakat diimbau tetap membeli masker sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Selain menggunakan masker, warga juga diminta membatasi aktivitas di luar rumah serta mengikuti informasi dan imbauan resmi terkait perkembangan erupsi Gunung Anak Krakatau.
Penulis: Nazwa Aulia Azkani mahasiswa magang Universitas Serang Raya