Di sisi lain, kurangnya pemahaman mengenai bahasa kasih atau love language yang tepat juga memperburuk keadaan.
Misalnya, seseorang memberikan hadiah mewah sebagai bentuk sayang, padahal pasangannya lebih membutuhkan kehadiran fisik atau waktu berkualitas.
Ketimpangan dalam komunikasi ini menyebabkan pesan kasih sayang tidak sampai dengan baik, dan justru menimbulkan rasa frustrasi di kedua belah pihak.
Psikolog menyarankan agar setiap individu mulai belajar mengenai konsep mencintai secara sehat.
Mencintai secara sehat berarti mampu menyeimbangkan antara kedekatan dan ruang pribadi.
Menyayangi seseorang menuntut kedewasaan untuk memahami bahwa pasangan adalah individu yang mandiri dengan hak untuk memiliki privasi dan pilihan hidup sendiri.
Kesimpulannya, niat yang baik harus dibarengi dengan cara yang tepat.
Jika cara menyayangi justru merampas kebahagiaan dan kebebasan orang lain, maka sudah saatnya untuk mengevaluasi diri.
Kepergian pasangan dalam situasi ini bukanlah bentuk pengkhianatan terhadap rasa cinta, melainkan sebuah mekanisme pertahanan diri untuk menyelamatkan kesehatan mental mereka dari cara mencintai yang mencekik.