INFORADAR.ID – Himpunan Mahasiswa Petir menggelar Musyawarah Besar (Mubes) pada 11 April 2026 di Aula Kecamatan Petir. Kegiatan ini menjadi agenda penting dalam menentukan arah organisasi sekaligus melakukan evaluasi kepengurusan yang telah berjalan selama satu periode.
Ketua Umum periode 2025–2026, Tazkia Aulia, menyampaikan bahwa Mubes memiliki peran strategis dalam keberlangsungan organisasi. Ia menjelaskan bahwa forum ini menjadi momentum untuk menilai kinerja pengurus sekaligus mempersiapkan regenerasi kepemimpinan ke depan.
“Tujuan utama Mubes ini untuk evaluasi kepengurusan, menentukan arah organisasi ke depan, sekaligus menjadi proses estafet kepemimpinan,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, Mubes membahas sejumlah agenda penting, di antaranya laporan pertanggungjawaban pengurus, pembahasan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), serta pemilihan ketua baru. Seluruh rangkaian kegiatan tersebut diikuti oleh pengurus, anggota aktif, serta alumni yang hadir sebagai peninjau.
Tazkia juga menuturkan bahwa jalannya kegiatan berlangsung lancar dengan antusiasme peserta yang cukup tinggi. Menurutnya, semangat kebersamaan menjadi salah satu faktor yang membuat forum tersebut berjalan kondusif.
“Alhamdulillah berjalan lancar, peserta juga antusias dan tetap menjunjung semangat kebersamaan selama Mubes berlangsung,” tambahnya.
Selama masa kepemimpinannya, ia menilai bahwa salah satu capaian penting adalah tetap terjaganya eksistensi organisasi serta proses regenerasi yang terus berjalan. Hal tersebut, menurutnya, menjadi indikator bahwa organisasi masih memiliki peran dan keberlanjutan yang baik.
Namun demikian, ia juga mengakui adanya tantangan internal yang cukup terasa. Ia menyebutkan bahwa kurangnya kesadaran kolektif serta kurang nya konsisten dari sebagian anggota menjadi hambatan tersendiri dalam menjalankan program kerja organisasi.
“Tantangan terbesar itu justru dari internal, terutama soal kesadaran kolektif dan konsisten nya dari anggota,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menilai bahwa Himpunan Mahasiswa Petir memiliki peran penting sebagai organisasi kedaerahan. Selain menjadi wadah pengembangan diri, organisasi ini juga berfungsi untuk menjaga identitas daerah dan mempererat solidaritas antaranggota.
Sebagai penutup, Tazkia berharap kepengurusan selanjutnya dapat membawa organisasi ke arah yang lebih baik. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kekompakan serta terus memberikan kontribusi positif.
“Harapannya ke depan, organisasi ini makin solid, tetap menjaga nilai kedaerahan, dan bisa terus berkembang serta berdampak bagi anggota dan daerah asal,” tutupnya.