INFORADAR.ID- Dalam interaksi sosial sehari hari, kita kerap menemukan fenomena yang cukup menguras emosi, yaitu kehadiran orang orang yang seolah tidak memiliki kemampuan untuk menghargai usaha atau jasa orang lain.
Sekecil atau sebesar apa pun bantuan yang diberikan, golongan ini sering kali menganggapnya sebagai angin lalu tanpa ada sedikit pun ucapan terima kasih atau pengakuan.
Fenomena krisis apresiasi ini menjadi keluhan umum baik di lingkungan kerja, pertemanan, maupun keluarga, yang akhirnya memunculkan pertanyaan besar mengenai apa yang sebenarnya terjadi di dalam pola pikir mereka sehingga begitu sulit memberikan penghargaan.
Berdasarkan tinjauan psikologi dan interaksi sosial, kesulitan seseorang dalam menghargai orang lain sering kali berakar pada tingginya ego dan rasa berhak yang berlebihan.
BACA JUGA:Rahasia Gen Z Tetap Cuan Modal Laptop dan Tools AI
BACA JUGA:Yumi's Cells Diadaptasi Jadi Musikal, Siap Debut Juni 2026 di Seoul!
Orang dengan pola pikir ini cenderung merasa bahwa bantuan yang mereka terima adalah sebuah kelaziman atau bahkan kewajiban yang memang harus dilakukan orang lain untuk mereka. Selain itu, rendahnya kecerdasan emosional dan minimnya
empati membuat mereka kesulitan memposisikan diri untuk memahami pengorbanan waktu maupun tenaga pihak yang sudah membantu.
Mereka sering melihat dunia dengan kacamata egosentris, di mana segala sesuatu berpusat pada kepentingan pribadi belaka.
Dampak dari kebiasaan buruk tidak pandai berterima kasih ini sebenarnya sangat merusak kelangsungan hubungan jangka panjang.
BACA JUGA:Agar Tak Salah Pilih, Ini Dia Perbedaan Foundation dan Cushion
BACA JUGA:Hari Kesehatan Dunia Jadi Pengingat Pentingnya Menjaga Pola Hidup Sehat
Ketika seseorang terus menerus memberikan bantuan namun usahanya sama sekali tidak dihargai, secara alami akan muncul kelelahan emosional dan hilangnya rasa hormat.
Di lingkungan kerja, sikap atasan atau rekan kerja yang pelit apresiasi terbukti ampuh membunuh motivasi dan menciptakan lingkungan kerja yang beracun.
Sementara dalam hubungan personal, sikap tidak tahu terima kasih secara perlahan akan menghancurkan ikatan emosional dan membuat orang orang terdekat akhirnya memilih untuk membatasi diri karena merasa hanya dimanfaatkan.