Tidur Setelah Sahur, Baik atau Buruk bagi Kesehatan? Ini Penjelasannya

Rabu 11-03-2026,15:12 WIB
Reporter : Haidaroh
Editor : Haidaroh

INFORADAR.ID - Bulan Ramadan identik dengan perubahan pola makan dan tidur. Salah satu kebiasaan yang sering dilakukan banyak orang adalah langsung tidur setelah sahur sebelum memulai aktivitas pagi.

Meski terasa nyaman karena tubuh masih mengantuk, kebiasaan ini ternyata memiliki beberapa dampak bagi kesehatan.

Secara medis, tidur setelah makan bisa memengaruhi sistem pencernaan. Ketika seseorang langsung berbaring setelah sahur, proses pencernaan makanan di lambung menjadi kurang optimal.

Hal ini dapat memicu rasa tidak nyaman seperti perut kembung, mual, hingga meningkatnya risiko Gastroesophageal Reflux Disease (GERD), yaitu kondisi ketika asam lambung naik ke kerongkongan.

Selain itu, tidur setelah sahur juga dapat membuat tubuh terasa lebih lemas saat bangun pagi. Hal ini terjadi karena tubuh belum sepenuhnya memproses makanan yang baru saja dikonsumsi.

Akibatnya, energi yang seharusnya digunakan untuk aktivitas justru masih digunakan oleh sistem pencernaan.

Kebiasaan ini juga dapat memengaruhi metabolisme sehingga mempengaruhi pengaturan berat badan. Kurangnya aktivitas setelah makan membuat pembakaran kalori menjadi lebih lambat.

Jika dilakukan terus-menerus selama Ramadan, kondisi ini bisa memicu penumpukan kalori dalam tubuh.

Meski demikian, bukan berarti tidur setelah sahur sepenuhnya dilarang. Jika tubuh benar-benar membutuhkan istirahat, sebaiknya beri jeda sekitar 30 hingga 60 menit setelah makan sebelum berbaring.

Waktu ini dapat dimanfaatkan untuk melakukan aktivitas ringan seperti berjalan santai, merapikan rumah, atau beribadah.

Menjaga pola makan sahur yang seimbang juga penting agar tubuh tetap bugar selama berpuasa. Konsumsi makanan tinggi serat, protein, serta cukup air dapat membantu tubuh tetap berenergi hingga waktu berbuka.

 

Yuni Marsita, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Mathla'ul Anwar

Kategori :