INFORADAR.ID - Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, ponsel pintar bukan lagi sekadar alat komunikasi. Bagi sebagian anak muda, gawai telah menjadi bagian dari identitas dan gaya hidup. Salah satu yang kerap menjadi simbol status adalah iPhone. Tidak sedikit yang menganggap memiliki iPhone sebagai representasi naik kelas atau mengikuti perkembangan zaman.
Fenomena ini terlihat jelas di lingkungan kampus maupun pergaulan anak muda. Logo apel tergigit di bagian belakang ponsel sering kali menjadi penanda tersendiri. Bahkan, muncul anggapan tidak tertulis bahwa menggunakan iPhone membuat seseorang terlihat lebih modern, estetik, dan relevan dengan tren digital.
Media sosial turut memperkuat persepsi tersebut. Banyak konten kreator membagikan hasil foto dengan kualitas kamera iPhone yang dinilai lebih jernih dan konsisten untuk kebutuhan Instagram atau TikTok. Fitur seperti iMessage dan AirDrop juga kerap disebut-sebut sebagai keunggulan yang membuat penggunanya merasa lebih eksklusif.
Namun, di sisi lain, muncul pertanyaan: apakah benar di era sekarang harus memiliki iPhone agar tidak dianggap ketinggalan zaman?
Secara fungsi, hampir semua ponsel pintar saat ini menawarkan fitur yang tidak jauh berbeda, mulai dari kamera beresolusi tinggi, penyimpanan besar, hingga dukungan aplikasi yang lengkap. Perbedaan lebih banyak terletak pada ekosistem dan citra merek yang telah dibangun selama bertahun-tahun.
Pengamat gaya hidup digital menilai fenomena ini berkaitan dengan budaya gengsi dan kebutuhan akan pengakuan sosial. Di era media sosial, visual dan citra diri menjadi hal yang sangat diperhatikan. Barang yang digunakan sering kali diasosiasikan dengan kepribadian atau tingkat ekonomi seseorang.
Meski demikian, tidak sedikit pula anak muda yang mulai bersikap lebih rasional. Mereka mempertimbangkan kebutuhan dan kemampuan finansial sebelum memutuskan membeli gawai tertentu. Beberapa bahkan menilai bahwa produktivitas dan kreativitas tidak ditentukan oleh jenis ponsel yang digunakan.
Pada akhirnya, pilihan menggunakan iPhone atau merek lain kembali pada kebutuhan masing-masing individu. Teknologi seharusnya menjadi alat pendukung aktivitas, bukan penentu nilai diri. Di tengah derasnya tren dan standar sosial yang terus berubah, menjadi relevan tidak selalu berarti harus mengikuti semua simbol gaya hidup yang sedang populer.