INFORADAR.ID - Serial televisi Better Call Saul kembali ramai diperbincangkan sebagai salah satu karya terbaik dalam sejarah drama modern.
Tayangan yang berfungsi sebagai prekuel sekaligus pelengkap dari fenomena budaya Breaking Bad ini sukses membangun identitasnya sendiri dan meraih pujian luas dari kritikus maupun penonton.
Better Call Saul mengikuti perjalanan Jimmy McGill, seorang pengacara kecil dengan moralitas abu-abu yang perlahan bertransformasi menjadi Saul Goodman—figur flamboyan yang sudah dikenal penggemar Breaking Bad.
Alih-alih sekadar menumpang popularitas serial pendahulunya, Better Call Saul justru memperlihatkan kedalaman karakter dan kompleksitas naratif yang bahkan dianggap melampaui ekspektasi awal.
Serial ini dipuji karena pendekatan ceritanya yang sabar, detail, dan emosional.
Transformasi Jimmy McGill digambarkan secara perlahan, realistis, dan tragis, menjadikannya salah satu studi karakter paling kuat di televisi.
Bob Odenkirk, pemeran utama, mendapat apresiasi luas atas performa yang dinilai mampu menampilkan sisi manusiawi sekaligus manipulatif dari tokohnya.
Tak hanya karakter utama, serial ini juga berhasil memperkaya semesta cerita dengan tokoh-tokoh kuat seperti Kim Wexler, Mike Ehrmantraut, dan Gus Fring.
Kim Wexler, khususnya, menjadi sorotan karena dianggap sebagai salah satu karakter perempuan paling kompleks dan menarik dalam drama televisi.
Dari sisi produksi, Better Call Saul menonjol lewat sinematografi artistik, penggunaan visual simbolik, serta dialog yang tajam.
Banyak adegan yang minim percakapan namun sarat makna, memperlihatkan kepercayaan diri tim kreatif dalam bercerita melalui gambar.
Meski sempat dijuluki sebagai “serial pendamping”, perjalanan enam musimnya membuktikan bahwa Better Call Saul berdiri sebagai karya independen yang kuat.
Serial ini bukan hanya kisah tentang dunia hukum dan kriminalitas, tetapi juga refleksi tentang identitas, ambisi, cinta, dan konsekuensi pilihan hidup.
Kini, setelah serial tersebut resmi berakhir, diskusi tentang warisannya terus berlanjut. Banyak pengamat menilai Better Call Saul sebagai contoh langka bagaimana spin-off dapat berkembang menjadi mahakarya yang setara—bahkan dalam beberapa aspek, melampaui karya asalnya.
Dengan reputasi yang terus menguat, Better Call Saul tampaknya akan tetap dikenang sebagai salah satu drama televisi paling cerdas dan emosional di era modern.