BPS Rilis Inflasi Provinsi Tertinggi Awal 2026

Senin 09-02-2026,17:07 WIB
Reporter : Nuraini Wildayati Kamilah
Editor : Haidaroh

‎INFORADAR.ID - Tekanan harga kembali menguat pada awal tahun. Inflasi Indonesia Januari 2026 tercatat mengalami kenaikan, meski dampaknya belum dirasakan merata di seluruh wilayah. 

‎Perbedaan kondisi ekonomi daerah, distribusi barang, hingga pola konsumsi masyarakat membuat laju inflasi antarprovinsi menunjukkan ketimpangan.

‎Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat inflasi tahunan Indonesia berada di angka 3,55 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada Januari 2026.

‎Laju inflasi ini menjadi yang tertinggi sejak Mei 2023, ketika inflasi nasional masih berada di level 4 persen yoy.

Berdasarkan data BPS berikut provinsi dengan inflasi tahunan tertinggi pada Januari 2026 dengan penyumbang inflasi tertingginya.

BACA JUGA:Mahasiswa Desak Kepgub Operasional Truk Dipertegas

BACA JUGA:Kronologi Temuan Virus Nipah di India dan Statusnya di Indonesia

‎Inflasi Provinsi Tertinggi Januari 2026

‎Berdasarkan inflasi menurut provinsi, Aceh mencatatkan inflasi tahunan tertinggi dengan capaian 6,69 persen yoy.

‎Di urutan berikutnya, Sulawesi Tenggara mencatat inflasi sebesar 5,10 persen yoy, disusul Papua Barat 5,02 persen, Maluku Utara 4,86 persen, dan Papua Tengah 4,85 persen.

‎Inflasi juga tercatat cukup tinggi di Papua Selatan sebesar 4,83 persen yoy, Maluku 4,70 persen, serta Kalimantan Selatan 4,66 persen. 

‎Sementara itu, Sulawesi Tengah dan Gorontalo masing-masing mencatat inflasi 4,55 persen dan 4,53 persen yoy.‎Di sisi lain, Lampung menjadi provinsi dengan tingkat inflasi terendah, yakni 1,9 persen yoy.

Penyumbang Inflasi Tertinggi

‎Mengacu pada data inflasi BPS, tarif listrik menjadi komoditas penyumbang inflasi tahunan terbesar dengan andil mencapai 1,49 persen. 

‎Emas perhiasan menyusul dengan kontribusi 0,93 persen, diikuti ikan segar, beras, serta tarif air minum PAM.

Kategori :