INFORADAR.ID - Buat kamu yang suka seni beladiri ini film cocok untuk kalian tonton,artikel ini akan memberikan Solusi untuk kalian pecinta seni bela diri.
Satu tinju, seribu makna—melawan penjajah dengan seni bela diri murni! Ip Man (2008), garapan sutradara Wilson Yip, adalah film Hong Kong ikonik yang angkat kisah nyata Ip Man, guru Bruce Lee, saat invasi Jepang ke Foshan 1930-an.
Donnie Yen sebagai Ip Man bikin film ini box office HK$25 juta dan lahirkan franchise 4 film hingga 2019.
Foshan 1935, Ip Man (Donnie Yen) hidup makmur tapi rendah hati sebagai master Wing Chun. Ia tolak kompetisi sombong, hanya bertarung privat. Invasi Jepang 1937 ubah segalanya: kelaparan, teman hilang, rumah dirampok.
Jenderal Miura (Hiroyuki Ikeuchi) adakan arena bela diri—pemenang dapat beras. Teman Ip, Lin, tewas ditembak setelah kalah; Ip geram, hajar 10 karateka Jepang sekaligus dalam adegan legendaris!
Ip latih Wing Chun diam-diam, hadapi geng lokal, lalu duel klimaks vs Miura di alun-alun kota. Ip menang telak, tapi ditembak bahu oleh Sato. Keluarganya kabur ke Hong Kong; montage akhir tunjuk Ip ajar Wing Chun dunia, termasuk Bruce Lee. Durasi 106 menit penuh emosi dan pukulan presisi.
Tinju Wing Chun untuk jiwa perlawananmu! Ip Man ajarkan: kekuatan bukan dari otot, tapi hati dan teknik. Di Banten, coba kelas Wing Chun Serang sambil joging pagi—siapa tahu kamu lahirkan master lokal.
Nonton bareng teman, lalu latihan shadow boxing. Dari Foshan ke Jakarta, winning try bela diri dimulai sekarang.
Saat kredit bergulir dan piano Wing Chun mengalun, tantang diri: jadikan Ip Man blueprint hidupmu. Besok pagi di lapangan Serang, pukul udara 100x ala center line theory lalu rekam Ingat pesan Ip: "Martial arts sejati ada di hati." Dari penjajah Jepang ke rintangan 2026, the winning try-mu menanti. OSS.
Buruan tunggu apalagi buat kamu pecinta film action ini sangat cocok untuk kalian pecinta seni bela diri,baik untuk menjaga diri sendiri,atau hanya untuk hobi semata. Tunggu apalagi tonton sekarang di Netflix ataupun media sosial lahiannya dan rasakan Ketika seni bela diri digabungkan dengan pahitnya kediupan kita.
Hernanda Wijaya Mahasiswa Ilmu komunikasi Universitas Matlaul Anwar