Hal serupa disampaikan oleh Dinan Rafana Zahir, mahasiswa semester tujuh UIN Sultan Maulana Hasanudin Banten jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam, yang bekerja sebagai brand marketing dan social media design. Menurutnya, freelance membantu dirinya memahami dunia kerja secara langsung.
“Awalnya aku ikut organisasi masuk div kominfo, aku suka desain dan manajemen sosial media, akhirnya punya personal branding di desain" katanya.
"Sampai akhirnya aku punya personal branding di desain sampe ada yang nawarin kerjaan dan lama kelamaan mulai berkembang skillnya, aku mulai freelance sejak semester empat" Sambung Dinan.
Selain menambah skill, yang menjadi faktor pendorong mahasiswa Gen Z mencari penghasilan sendiri adalah kenaikan biaya hidup, kebutuhan penunjang perkuliahan, serta keinginan untuk mandiri membuat mahasiswa berinisiatif mencari pekerjaan tambahan.
Bagi sebagian mahasiswa, freelance bahkan digunakan untuk membantu biaya kuliah dan kebutuhan keluarga.
Meski begitu, menjalani kuliah sambil bekerja bukan tanpa tantangan. Manajemen waktu menjadi persoalan utama. Tuntutan akademik seperti tugas, ujian, dan organisasi kampus harus tetap diprioritaskan.
Beberapa mahasiswa Elba Zaqiya Riza mahasiswa Universital Mathla'ul Anwar, jurusan akutansi semester lima, mengaku pernah kewalahan ketika deadline pekerjaan freelance bertabrakan dengan jadwal kuliah.
"Aku pernah ada tugas berbarengan dengan job, walaupun agak hectic tapi alhamdulillah masih bisa aku handel dengan mengerjakannya disela waktu yang aku punya" katanya.
Freelance itu baik untuk melatih kemandirian, tanggung jawab, dan keterampilan. Tetapi mahasiswa harus tetap menempatkan kuliah sebagai prioritas utama.
Kampus seharusnya merespons tren ini dengan menyediakan wadah pengembangan soft skill dan pelatihan kerja berbasis digital, agar mahasiswa dapat bekerja secara profesional tanpa mengorbankan akademik.
Tren Gen Z yang masih kuliah namun sudah aktif mencari freelance mencerminkan perubahan pola pikir generasi muda yang lebih progresif dan realistis.
Mereka tidak hanya mengejar gelar, tetapi juga mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif.
Dengan perencanaan dan manajemen waktu yang baik, kuliah dan freelance bukan lagi dua hal yang saling bertentangan, melainkan bisa berjalan beriringan.