Wisata religi di Banten bukan hanya tentang makam, tetapi juga suasana tenang dan kental nilai sejarah Islam.
Pengunjung bisa menggabungkan ziarah dengan kunjungan ke Masjid Agung Banten dan Keraton Surosowan, sehingga perjalanan menjadi kombinasi edukasi sejarah dan pengalaman spiritual yang lengkap.
Rekomendasi oleh-oleh Banten
Tak lengkap rasanya jika meninggalkan Banten tanpa membawa oleh-oleh khas.
Beberapa rekomendasi antara lain: sate bandeng, ketan bintul, kue gipang, bolu tape benteng, emping melinjo, dan kerajinan lokal seperti tas tenun Baduy.
Selain menjadi kenang-kenangan, oleh-oleh ini juga mewakili budaya dan rasa lokal yang unik. Banten tidak hanya kaya sejarah dan religi, tapi juga terkenal dengan kuliner lautnya, salah satunya Sate Bandeng. Kuliner ini berasal dari ikan bandeng segar
yang dibersihkan durinya, dibumbui rempah khas Banten, dan dipanggang hingga matang. Rasanya gurih, sedikit manis, dan sangat lezat, menjadikannya oleh-oleh favorit wisatawan, banyak ditemukan di pasar tradisional Serang dan Banten Lama. Banyak penjual yang menawarkan sate bandeng matang siap makan atau kemasan untuk oleh-oleh.
Untuk satu porsi siap santap, sekitar Rp 25.000–Rp 50.000 tergantung ukuran ikan dan tempat membeli. Untuk oleh-oleh kemasan, harga bisa Rp 50.000–Rp 100.000 per kemasan, cocok untuk dibawa pulang.
Dengan memadukan ziarah, belajar sejarah, dan pengalaman budaya, wisata religi Banten memberikan pengalaman liburan yang menambah pengetahuan.
Artikel ditulis oleh Nazlah Azzahra mahasiswa magang Universitas Bina Bangsa Prodi Ilmu Komunikasi.