Ia juga menjelaskan bahwa Age specific fertility rate ini untuk usia 15 sampai 19 tahun, itu adalah kelahiran yang terjadi dalam usia rentan.
Sebelum tahun 2020 ini sudah tercatat 33,2 persen, yang dimana angka ini tergolong tinggi dan penurunannya cukup lambat saat ini menjadi 29,8 persen.
Ia juga menekankan pentingnya edukasi dan pemahaman tentang kesehatan reproduksi di kalangan remaja.
Kurangnya informasi mengakibatkan remaja tidak menyadari risiko pernikahan dini, baik dari segi kesehatan, psikologis, maupun sosial.
BACA JUGA:Guru di Pandeglang Viral karena Karaoke saat Jam Pelajaran
BACA JUGA:Shopee Luncurkan Program Kompetisi Jagoan UMKM Naik Kelas dengan Hadiah Rp1 Miliar
Ia juga menambahkan bahwa DP3AP2KB berencana untuk meningkatkan program edukasi melalui sekolah, komunitas remaja, dan figur masyarakat.
Tujuannya adalah agar remaja di Lebak dapat menunda pernikahan hingga mereka mencapai usia yang lebih dewasa.