Demonstrasi Mahasiswa di Banten Ricuh, Arus Kendaraan Terhenti

Minggu 31-08-2025,15:16 WIB
Reporter : Billgheza Alshakira Bunga
Editor : Haidaroh

INFORADAR.ID – Suasana di kawasan Lampu Merah Ciceri, Kota Serang, Sabtu 30 Agustus 2025 pukul 15.00, mendadak berubah menjadi lautan manusia. Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Simpul Sipil Banten (BEM KBM UNTIRTA) melakukan aksi demonstrasi sejak siang hari dan berhasil menghentikan arus kendaraan di perempatan paling padat di jantung Kota Serang.

‎Aksi ini digerakkan oleh berbagai elemen kampus, dengan dominasi massa dari BEM KBM Untirta, disertai dukungan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi lain di Banten. Sejak pukul 15.00 WIB, mereka memadati ruas jalan utama sembari membentangkan spanduk tuntutan dan mengumandangkan orasi lantang.

‎Namun, jalannya aksi tidak sepenuhnya berlangsung damai. Suasana memanas ketika massa berusaha mendorong barikade aparat yang berjaga. Adu dorong pun tak terhindarkan, bahkan sempat terjadi kekisruhan di tengah jalan. Kondisi itu memaksa aparat kepolisian mengalihkan arus lalu lintas. Kendaraan dari arah Pakupatan, Cimuncang  maupun Ciracas yang hendak menuju pusat Kota Serang diputarbalikkan, sehingga menyebabkan kemacetan panjang di sejumlah titik alternatif.

‎Seorang massa aksi menegaskan bahwa mahasiswa turun ke jalan bukan tanpa alasan. “Kami hadir di sini membawa suara rakyat. Mahasiswa tidak boleh diam melihat kondisi yang semakin menekan masyarakat. Jika pemerintah tidak mau mendengar, maka jalananlah yang menjadi tempat menyampaikan kebenaran,” serunya di tengah kerumunan massa.

‎Hingga sore hari, situasi di lokasi aksi masih berlangsung tegang. Aparat keamanan terus berjaga untuk mengantisipasi eskalasi, sementara mahasiswa menegaskan akan tetap bertahan sampai aspirasi mereka didengar.

‎Aksi ini menjadi catatan bahwa peran mahasiswa di Banten masih hidup, dengan energi perlawanan yang siap mengguncang jalanan ketika suara rakyat terabaikan.

‎Ketegangan semakin meningkat ketika suara ledakan petasan terdengar dari arah barisan massa. Suasana sontak memanas, mahasiswa berlarian ke berbagai sisi jalan, sementara aparat kepolisian memperketat barikade. Beberapa spanduk bahkan terlihat sobek akibat dorong-dorongan yang tak terhindarkan.

‎Di sisi lain, pengguna jalan yang terjebak kemacetan terlihat panik. Klakson kendaraan bersahut-sahutan, memperparah hiruk pikuk di lokasi. Beberapa pengendara memilih menepi dan menghentikan kendaraannya, sementara sebagian lain terpaksa berputar arah meski harus menempuh jalur lebih jauh.

Kategori :