INFORADAR.ID - Fenomena hari terpendek kembali mencuat setelah peneliti mencatat bahwa 5 Agustus 2025 akan mengalami durasi rotasi bumi yang sedikit lebih cepat dari biasanya.
Meskipun perubahannya sangat kecil dan tidak terasa dalam aktivitas harian, efeknya signifikan terhadap sistem penunjuk waktu dunia.
Sejumlah hari lain di bulan Juli dan Agustus 2025 juga teridentifikasi sebagai bagian dari rangkaian hari terpendek di tahun ini.
Para ilmuwan menyoroti pentingnya pemantauan ini karena bisa berdampak pada sistem global yang bergantung pada ketepatan waktu.
Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa hari terpendek bukan sekadar fenomena langka, melainkan bagian dari dinamika rotasi bumi yang terus berubah.
BACA JUGA:Beasiswa Perintis Dibuka! Khusus Siswa Kelas 12 SMA/SMK/MA Seluruh Indonesia
BACA JUGA:Polda Banten Larang Pengibaran Bendera One Piece saat HUT ke-80 RI
Rotasi Bumi Lebih Cepat, Hari Jadi Lebih Pendek
Menurut pemantauan dari International Earth Rotation and Reference Systems Service (IERS), pada 5 Agustus 2025 bumi akan berputar sekitar 1,25 milidetik lebih cepat dari durasi normal satu hari, yakni 86.400 detik atau 24 jam penuh.
Walaupun selisih waktunya sangat tipis, catatan ini penting untuk kepentingan ilmiah dan sistem navigasi modern.
Situs Time and Date melaporkan bahwa selama Juli hingga awal Agustus 2025, beberapa hari lainnya juga mengalami percepatan rotasi. Berikut adalah daftar hari dengan durasi terpendek:
9 Juli 2025: lebih cepat sekitar 1,23 milidetik
10 Juli 2025: lebih cepat sekitar 1,36 milidetik
22 Juli 2025: lebih cepat sekitar 1,34 milidetik
5 Agustus 2025: lebih cepat sekitar 1,25 milidetik