Beberapa guru honorer mengaku telah mengajar sejak 2021 namun tidak diusulkan menjadi ASN atau PPPK karena datanya tidak dicatat oleh pihak sekolah.
Mereka merasa hanya dimanfaatkan lalu dibiarkan tanpa kejelasan.
4. Dugaan pungutan liar
Siswa diwajibkan membeli LKS, seragam, dan buku Ramadan dengan harga tinggi tanpa kwitansi resmi.
Harga LKS dan seragam bisa mencapai jutaan rupiah, sementara buku Ramadan dijual tiga kali lipat dari harga pasaran. Akun ini juga menyoroti tidak adanya laporan dana secara transparan.
5. Tekanan terhadap siswa OSIS
Siswa OSIS dan MPK yang menyuarakan persoalan sekolah disebut sering mendapat tekanan dan intimidasi.
Bahkan, siswa yang hanya membagikan ulang unggahan akun @savesmanfourkotser disebut terancam dipanggil.
6. Intoleransi beragama
Unggahan OSIS yang menampilkan ucapan untuk perayaan kenaikan Isa Al-Masih disebut dihapus paksa oleh pihak sekolah.
Hal ini dianggap mencerminkan intoleransi beragama yang tidak selaras dengan semangat kebhinekaan dalam pendidikan.
7. Kondisi kelas tak layak
Setiap kelas diungkapkan menampung lebih dari 50 siswa tanpa kipas atau ventilasi yang layak, membuat ruangan pengap dan tidak nyaman untuk belajar. Siswa yang mengeluh malah disebut mendapat tekanan.