Sementara itu, Kepala SDN Sukamaju Samuti menjelaskan bahwa insiden ruang kelas yang ambruk telah terjadi sejak Desember 2024. Saat ini, jumlah siswa mencapai 125 orang.
BACA JUGA:Jangan Abaikan! 5 Gejala Autoimun yang Bisa Terjadi pada Generasi Milenial
BACA JUGA:Bahaya Kurang Tidur: Dari Lupa sampai Alzheimer, Simak Penjelasannya!
Ia juga menyatakan bahwa kondisi bangunan SDN Sukamaju tidak dapat digunakan lagi karena sudah dibangun sejak 1978 dan sudah tidak layak.
Dengan demikian, Samuti berharap agar gedung SDN Sukamaju segera dibangun sebagai tindak lanjut kunjungan Bupati Serang yang melihat langsung situasi tersebut.
Kepala sekolah berharap pembangunan sekolah dapat segera dimulai karena khawatir anak-anak belajar dalam situasi yang berisiko, terutama saat musim hujan ketika bagian atap sering jatuh dan mengancam keselamatan siswa.