Tradisi ini bukan hanya ritual semata, tetapi juga ungkapan syukur kepada Tuhan atas berbagai berkah yang diterima.
BACA JUGA:Kembangkan Soft Skills Ini untuk Meningkatkan Karier di Tempat Kerja
BACA JUGA:6 Tips Efektif agar Cepat Diterima Kerja di Tahun 2025
Dari informasi Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, kegiatan ini dimulai dengan pembuatan gunungan dari hasil pertanian yang menjulang. Selanjutnya, diadakan pertunjukan seni tradisional.
Puncak acaranya adalah Kirab Sesaji, di mana sesaji berupa kepala kerbau akan dibawa ke puncak Gunung di pasar Bubrah. Untuk menutup rangkaian acara, diadakan pertunjukan wayang kulit sepanjang malam.
3. Kirab Kebo Bule di Solo
Berasal dari era Sultan Agung, yang menyebarkan agama Islam melalui budaya lokal, warga Solo setiap tahun melakukan kirab pada malam 1 Suro. Ini bukanlah karnaval biasa, melainkan kirab Kebo Bule yang dipercaya sebagai pelindung pusaka Kyai Slamet.
Kerbau-kerbau yang terawat dengan baik menjadi daya tarik bagi warga yang menontonnya. Mulai dari penduduk setempat hingga pengunjung dari luar daerah berkumpul di tepi jalan untuk menyaksikan prosesinya.
4. Ziarah Makam di Magelang
Bersama-sama, mereka melakukan ziarah ke makam leluhur di Gunung Tidar. Berdoa, merenung, dan menikmati heningnya suasana. Mengingat jasa serta ajaran para nenek moyang sambil mengucapkan rasa syukur.
Selain menghormati para leluhur, ziarah ini juga berfungsi sebagai tradisi yang mengingatkan untuk terus berbuat baik selama hidup sebagai bekal perjalanan ke depannya.
5. Bubur Suro di Beberapa Wilayah Jawa Tengah dan Jawa Barat
BACA JUGA:Panduan Lengkap Daftar SPMB Kota Serang 2025: Syarat dan Langkah-langkahnya
BACA JUGA:Bebas dari Stres: Cara Mengatasi Tantangan Kesehatan Mental Mahasiswa di Era Modern
Tidak soal kue atau makanan modern lainnya, sebagian wilayah di Jawa Tengah dan Jawa Barat merayakan tahun baru Islam dengan menyajikan makanan tradisional yaitu bubur merah putih.
Setiap daerah memiliki cara memasaknya sendiri, dan setelah keduanya siap, baru disajikan bersama. Setelah itu, bubur diantarkan ke masjid.