3. Tulis Surat Pengunduran Diri yang Sopan
Setelah berbincang dengan atasan, susunlah surat resign secara resmi. Gunakan bahasa yang formal, singkat, dan sopan.
Sampaikan rasa terima kasih atas pengalaman yang telah kamu peroleh, dan berikan informasi mengenai tanggal terakhir kerja. Hindari menyertakan keluhan atau kritik tajam dalam surat tersebut.
4. Tawarkan Bantuan Selama Masa Transisi
BACA JUGA:Resep dan Cara Membuat Dessert Box Kekinian yang Lezat dan Praktis, Cocok untuk Ide Jualan
BACA JUGA:Ide Bisnis Makanan Kekinian: Peluang Usaha Kuliner yang Sedang Tren
Salah satu cara untuk meninggalkan kesan positif adalah dengan membantu proses transisi. Misalnya, kamu bisa melatih pengganti, menyelesaikan dokumen penting, atau menyusun catatan kerja untuk rekan tim. Ini menunjukkan rasa tanggung jawab dan profesionalisme.
5. Pertahankan Kinerja Hingga Hari Terakhir
Meskipun sudah mengajukan pengunduran diri, tetaplah bekerja dengan semangat dan selesaikan tugas seperti biasa. Hindari sikap acuh tak acuh atau berpikir “ini bukan tanggung jawab saya lagi. ” Mempertahankan integritas dan menghargai kepercayaan perusahaan hingga akhir sangatlah penting.
6. Hindari Menjelekkan Perusahaan
Baik saat proses resign maupun setelahnya, jauhi kebiasaan membicarakan hal-hal negatif tentang perusahaan, atasan, atau rekan kerja, terutama di media sosial. Ingatlah bahwa dunia profesional itu kecil, siapa tahu suatu saat kamu akan bekerja sama lagi dengan orang-orang yang dulu satu kantor.
7. Ucapkan Perpisahan dengan Baik
Luangkan waktu untuk berpamitan dengan rekan kerja dan atasan, baik secara langsung maupun melalui pesan yang sopan. Ucapan terima kasih dan harapan baik dapat mempererat hubungan profesional jangka panjang. Ingatlah, reputasi dibangun tidak hanya saat memulai pekerjaan, tetapi juga saat meninggalkannya.
Nah, itulah beberapa tips keluar dari tempat kerja tanpa drama yang harus kamu tahu sekaligus bisa kamu coba.