Statistik menunjukkan bahwa angka kejahatan di Jepang secara bertahap menurun. Laporan dari Japan Times mencatat bahwa pada paruh pertama tahun 2019, jumlah kejahatan utama seperti perampokan, pencurian, penyerangan, dan pembunuhan mengalami penurunan.
3. Sikap Tanpa Toleransi terhadap Narkoba
Jepang menerapkan kebijakan "tanpa toleransi" terhadap semua jenis narkoba, yang berbeda dengan banyak negara lain. Obat-obatan yang dianggap terlarang di Jepang bahkan mencakup beberapa obat bebas yang di negara lain mungkin diperbolehkan.
Masyarakat Jepang juga tidak memberikan tempat bagi tokoh media yang terlibat dalam kasus narkoba, di mana sering kali artis harus meminta maaf secara terbuka di televisi nasional jika mereka terpergok menggunakan narkoba.
BACA JUGA:5 Rekomendasi Tempat Wisata di Serang Banten untuk Berlibur Bersama Anak, Cek Lokasinya
BACA JUGA:7 Anime Terbaik 2025 yang Wajib Ditonton: Dari Action Sampai Slice of Life
4. Nilai Moral yang Kuat
Sejak kecil, anak-anak Jepang diajarkan nilai-nilai moral yang kuat. Saat mereka tumbuh dewasa, prinsip-prinsip ini menjadi bagian dari karakter mereka. Mereka tidak terlibat dalam kejahatan, bukan hanya karena ketakutan terhadap konsekuensi, tetapi karena mereka memahami bahwa hal itu adalah salah secara moral.
Latar belakang budaya dan sistem nilai yang homogen juga memperkuat rasa saling percaya dan kepedulian di antara warga Jepang, sehingga pencurian kecil sangat jarang terjadi.
Dengan berbagai faktor tersebut, tidak heran jika Jepang diakui sebagai salah satu negara teraman di dunia dan aman juga untuk dikunjungi.