Hal ini terutama berlaku untuk tim nasional seperti Aljazair, Maroko dan Mesir, di mana mayoritas pemainnya adalah Muslim.
Sepak bola menjadi semakin beragam, dengan para pemain yang berasal dari latar belakang sosial-ekonomi, agama, dan etnis yang berbeda.
Ramadan adalah waktu yang paling penting dalam setahun bagi umat Muslim. Banyak pemain memainkan peran penting dalam mempromosikan perdamaian dan keberagaman dengan tampil sebaik mungkin sambil mematuhi norma-norma agama. (*)
BACA JUGA:Manchester United Bisa Dipecat ten Hag Akhir Musim, Tapi?