Yang saya hormati Bapak Muhammad Jusuf Kalla, Wakil Presiden Kesepuluh dan Keduabelas Republik Indonesia;
Yang saya hormati Bapak Prof. Dr. Boediono, Wakil Presiden Kesebelas Republik Indonesia;
Yang saya hormati Ketua, para Wakil Ketua, dan para Anggota MPR Republik Indonesia;
Yang saya hormati Ketua, para Wakil Ketua, dan para Anggota DPR Republik Indonesia;
Yang saya hormati Ketua, para Wakil Ketua, dan para Anggota DPD Republik Indonesia;
Yang saya hormati Ketua, para Wakil Ketua, dan para Anggota Lembaga-Lembaga Negara;
Yang saya hormati Yang Mulia para Duta Besar Negara-Negara Sahabat dan para Pimpinan Perwakilan Badan dan Organisasi Internasional yang hadir;
Yang saya hormati para Menteri Kabinet Indonesia Maju serta Panglima TNI, Kapolri, Jaksa Agung, Kepala BIN;
Yang saya hormati para Ketua Umum Partai-Partai Politik yang hadir;
Saudara-saudara se-Bangsa dan se-Tanah Air;
Para hadirin yang berbahagia.
Tantangan yang kita hadapi saat ini sangat berat, sangat sulit, tidak mudah. Semua negara, di seluruh dunia, sedang menghadapi ujian yang sama. Krisis kesehatan, pandemi COVID-19 belum sepenuhnya pulih. Perekonomian dunia juga belum sepenuhnya bangkit. Tiba-tiba meletus perang di Ukraina, sehingga krisis pangan, krisis energi, dan krisis keuangan tidak terhindarkan lagi. Kita tahu, 107 negara terdampak krisis dan sebagian di antaranya diperkirakan akan jatuh bangkrut. Diperkirakan 553 juta jiwa terancam kemiskinan ekstrem dan 345 juta jiwa terancam kekurangan pangan akut dan kelaparan.
Ujian ini tidak mudah bagi dunia dan juga tidak mudah bagi Indonesia. Semua ini harus kita hadapi dengan kehati-hatian dan dengan kewaspadaan.
Namun, di tengah tantangan yang berat, kita patut bersyukur, Indonesia termasuk negara yang mampu menghadapi krisis global ini. Negara kita Indonesia termasuk negara yang berhasil mengendalikan pandemi COVID-19, termasuk lima besar negara dengan vaksinasi terbanyak di dunia, yaitu 432 juta dosis vaksin yang telah kita suntikkan.
Inflasi juga berhasil dikendalikan di kisaran 4,9 persen. Angka ini jauh di bawah rata-rata inflasi ASEAN yang berada di sekitar 7 persen dan jauh di bawah inflasi negara-negara maju yang berada di sekitar 9 persen.