Pria Asal Magelang Mendunia Dijuluki Bapak Kendaraan Listrik Asia

Pria Asal Magelang Mendunia Dijuluki Bapak Kendaraan Listrik Asia

Kisah inspiratif ilmuwan dunia dari Magelang--

INFORADAR.ID – Industri kendaraan listrik yang tengah melesat pesat di dunia saat ini menyimpan jejak sejarah penting dari seorang ilmuwan asal Indonesia. Mengutip laporan CNBC Indonesia, sosok C. C. Chan atau Prof. Ching-Chuen Chan yang dikenal sebagai "Bapak Kendaraan Listrik Asia" ternyata lahir di Magelang, Jawa Tengah.

Chan lahir pada 14 Januari 1937 dari keluarga pengusaha keturunan Tionghoa yang mengelola bisnis armada bus serta taksi di Jawa.

Rasa ingin tahu Chan terhadap kendaraan bebas emisi berawal dari pengalamannya melihat asap serta minyak berjelaga saat mekanik memperbaiki armada kendaraan milik ayahnya di garasi Magelang.

"Di sana, saya melihat minyak dan asap keluar dari kendaraan, sementara para pekerjanya sangat kotor. Saya pun bertanya-tanya apakah mungkin membuat mobil yang tidak menghasilkan minyak dan asap," ungkap Chan.

Perjalanan akademis dan riset Prof. C. C. Chan meliputi beberapa poin penting antara lain:

  • Pendidikan Awal di China (1953): Melanjutkan studi di Beijing Mining Institute dan mulai mempelajari penerapan motor listrik pada kendaraan pengangkut batu bara di area pertambangan.

  • Pendirian IRCEV (1981–1986): Bergabung dengan University of Hong Kong dan mendirikan International Research Centre for Electric Vehicles (IRCEV) bersama Departemen Energi AS dan University of Hawaii.

  • Pengakuan Dunia (2003–2014): Dianugerahi gelar "The Father of Asian Electric Vehicles" pada 2003, WFEO Medal of Engineering Excellence (2013), serta Prince Philip Medal dari Royal Academy of Engineering (2014).

Bagi Chan, kendaraan listrik bukan sekadar alat transportasi, melainkan pembawa energi krusial yang membutuhkan dukungan infrastruktur, kebijakan, dan model bisnis yang tepat.

Kisah perjalanan hidup Prof. C. C. Chan memberikan inspirasi mendalam mengenai bagaimana rasa ingin tahu masa kecil dapat berkembang menjadi pilar inovasi teknologi tingkat dunia. Dedikasi tanpa henti dalam memecahkan persoalan emisi kendaraan fosil telah meletakkan fondasi kuat bagi pilar ekosistem energi terbarukan global.

Di samping itu, kontribusi akademis yang ia bangun melalui lembaga riset internasional terbukti memicu percepatan adopsi kendaraan listrik di benua Asia, Amerika, hingga Eropa. Kolaborasi lintas negara dalam pengembangan riset otomotif menjadi kunci utama terciptanya transisi energi bersih di sektor transportasi.

Pandangan Chan mengenai integrasi kendaraan listrik sebagai bagian dari ekosistem sistem energi yang lebih luas terbukti sangat relevan dengan tren otomotif modern saat ini. Penyiapan jaringan pengisian daya serta dukungan regulasi pemerintah menjadi modal krusial dalam mempercepat era elektrifikasi nasional.

Rekam jejak tokoh-tokoh riset berlatar belakang sejarah Indonesia diharapkan dapat memotivasi generasi muda untuk terus berinovasi di bidang sains dan teknologi. Konsistensi dalam mengembangkan riset energi terbarukan dipastikan bakal memperkuat posisi Asia dalam peta industri hijau dunia.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: