Sering Jadi Pelarian saat Stres, Benarkah Scroll Medsos Efektif bagi Gen Z?
Sering Jadi Pelarian saat Stres, Benarkah Scroll Medsos Efektif bagi Gen Z--
INFORADAR.ID - Media sosial, musik, hingga bermain gim kerap menjadi pilihan Generasi Z (Gen Z) untuk mengalihkan pikiran ketika menghadapi tekanan.
Namun, kebiasaan menghabiskan waktu dengan menggulir layar ponsel atau scrolling media sosial ternyata belum terbukti menjadi cara yang konsisten untuk mengatasi stres.
Sejumlah aktivitas yang biasa dilakukan anak muda untuk mencari ketenangan ternyata memiliki tingkat efektivitas berbeda jika dilihat berdasarkan hasil penelitian.
Dalam survei Australia pada 2025 terhadap 2.021 anak muda berusia 18-24 tahun, sebanyak 70 persen responden memilih mendengarkan musik untuk merasa lebih rileks. Sementara itu, 68 persen memilih menonton film atau video dan 47 persen bermain gim.
Kebiasaan serupa juga ditemukan dalam survei Gallup di Amerika Serikat pada 2024 terhadap 1.675 anak berusia 10-18 tahun. Musik menjadi pilihan 58 persen responden, sedangkan bermain gim dan bertemu atau menghubungi teman masing-masing dipilih oleh 45 persen responden.
BACA JUGA:Viral Pria Nikahi Rice Cooker Lalu Minta Cerai Setelah 4 hari, Alesanya Bikin Warganet Geleng geleng
BACA JUGA:Aksi Manis Alleia Rapikan Pakaian Ariel Noah, Tuai Pujian Warganet
Meski demikian, aktivitas hiburan tersebut tidak selalu memberikan dampak yang sama bagi setiap orang. Tinjauan terhadap 141 penelitian dengan sekitar 145 ribu peserta menemukan bahwa hubungan penggunaan media sosial, baik secara aktif maupun pasif, dengan kesehatan mental umumnya tergolong kecil atau mendekati nol.
Artinya, scrolling media sosial memang dapat memberikan hiburan sementara atau membantu seseorang tetap terhubung dengan orang lain. Namun, aktivitas tersebut belum memiliki bukti kuat sebagai strategi yang konsisten untuk mengurangi stres.
Di sisi lain, dukungan sosial justru menjadi salah satu cara yang banyak dipilih anak muda ketika menghadapi masalah. Survei terhadap 393 responden Indonesia berusia 16–24 tahun pada Mei 2020 menunjukkan sebanyak 98,7 persen responden memilih berbicara dengan teman dekat atau orang yang dipercaya.
Dukungan dari lingkungan sekitar juga berkaitan dengan kesejahteraan psikologis. Studi terhadap 408 responden Gen Z di Indonesia menemukan hubungan positif antara dukungan sosial, kemampuan menghadapi kesulitan, dan kesejahteraan.
Selain bercerita, aktivitas fisik juga memiliki dukungan penelitian yang cukup kuat. Metaanalisis pada 2026 terhadap 25 uji klinis acak dengan melibatkan 2.127 mahasiswa menemukan bahwa olahraga berkaitan dengan penurunan tingkat stres, meskipun manfaatnya dapat berbeda pada setiap individu.
BACA JUGA:Jet Pribadi Jatuh di Permukiman Florida, 600 Warga Dievakuasi
BACA JUGA:Profil Alvin Tedjo, Keturunan Indonesia yang Terpilih Jadi Wali Kota Mississauga di Kanada
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: