Celah SMS of Death Ancam HP Android, Bisa Putuskan Sinyal hingga Bootloop

Celah SMS of Death Ancam HP Android, Bisa Putuskan Sinyal hingga Bootloop

Celah SMS of Death Ancam HP Android, Bisa Putuskan Sinyal hingga Bootloop--

INFORADAR.ID - Pengguna ponsel Android perlu mewaspadai celah keamanan siber bernama SMS of Death yang dapat mengganggu koneksi jaringan seluler hingga menyebabkan perangkat mengalami bootloop. Serangan ini menjadi perhatian karena dapat bekerja melalui pesan khusus yang diproses sistem tanpa harus muncul di kotak masuk pesan biasa.

Celah tersebut ditemukan oleh peneliti keamanan siber Mark Blaszczyk pada perangkat Android 12 ke atas di sejumlah negara. Serangan ini merupakan pengembangan dari metode SMS of Death yang sebelumnya dikenal sebagai cara untuk mengganggu fungsi perangkat melalui pesan tertentu.

Melansir Ubergizmo, pelaku memanfaatkan pesan berjenis WAP Push yang dikirim secara diam-diam ke perangkat target. Pesan tersebut diproses oleh sistem telepon Android di latar belakang sehingga pemilik ponsel berpotensi tidak menyadari adanya serangan.

Berbeda dari pesan teks biasa, pesan yang digunakan dalam serangan ini dapat melewati tampilan kotak masuk notifikasi standar. Setelah diterima, sistem akan memprosesnya melalui komponen telephony framework yang menangani fungsi komunikasi seluler.

Proses tersebut berpotensi mengganggu layanan jaringan utama pada perangkat. Akibatnya, pengguna bisa kehilangan koneksi seluler untuk sementara waktu, sementara panggilan telepon yang sedang berlangsung, termasuk panggilan darurat, berisiko terputus.

BACA JUGA:Strava Perbarui Fitur Navigasi, Pengguna Kini Bisa Rekam Aktivitas Tanpa Internet

BACA JUGA:Lagi Rilis di Indonesia, Infinix XENERGY S320 dan L1000 Dibanderol Mulai Rp2 Jutaan

Risiko serangan dapat meningkat apabila pesan berbahaya dikirimkan berulang kali dalam waktu singkat. Berdasarkan temuan yang dilaporkan, pengiriman sekitar 20 pesan dapat memicu gangguan sistem hingga membuat ponsel terus-menerus melakukan restart.

Kondisi tersebut dikenal sebagai bootloop, yakni situasi ketika perangkat berulang kali memulai ulang sistem tetapi tidak berhasil masuk ke kondisi operasi normal.

Dalam skenario yang lebih parah, perangkat berisiko mengalami bricking, yaitu kondisi ketika ponsel tidak dapat digunakan secara normal akibat kerusakan atau gangguan sistem yang serius.

Pemulihan perangkat yang mengalami gangguan berat juga dapat menjadi rumit. Pengguna mungkin memerlukan bantuan teknisi atau penanganan melalui komputer untuk memperbaiki sistem yang terdampak.

Hasil pengujian yang dilaporkan menunjukkan bahwa sejumlah perangkat populer, termasuk Google Pixel dan Samsung Galaxy, turut terdampak oleh celah keamanan tersebut.

BACA JUGA:Meta Perbarui Aplikasi Edits, Hadirkan Fitur Baru untuk Bikin Video Lebih Kreatif

BACA JUGA:Pembaruan Fitur ChatGPT Izinkan AI Akses dan Kelola Tab Browser Pengguna

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: