Berbunyi Sendiri Malam-malam, Sirine Plengkung Gading Bikin Heboh Warga Jogja
Dok: detik.com/Warga di sekitar Keraton Jogja mendadak geger di tengah malam!--
INFORADAR.ID – Peristiwa langka yang memicu kepanikan publik terjadi di kawasan cagar budaya Keraton Yogyakarta. Mengutip laporan detikTravel, sirine atau Gauk di Plengkung Gading (Plengkung Nirbaya), Patehan, tiba-tiba berbunyi nyaring sendiri pada Sabtu (24/10/2026) malam.
Raungan sirine yang berbunyi secara mendadak tanpa ada yang menyalakan tersebut membuat masyarakat di sekitar kawasan Patehan sempat geger dan panik keluar rumah untuk memastikan situasi.
Dewi, salah seorang warga yang bermukim di utara Plengkung Gading, menceritakan kepanikan warga yang saling bertukar pesan singkat untuk menanyakan penyebab meraungnya sirine tua tersebut.
"Wis gempar warga sini semua dikira ada apa, iya sempat panik, ho'o iya (warga sempat keluar). Ada yang WA 'kenopo, kenopo', tak kira 'ono perang po plengkung gading?'," terang Dewi.
Sirine meraung selama kurang lebih 5 menit sekitar pukul 21.08 WIB sebelum akhirnya suami Dewi bersama ketua RT setempat dengan sigap mematikan sakelar MCB utama yang berada di bawah tiang sirine.
Kasi Humas Polresta Jogja, Iptu Dani Hasan, membenarkan kejadian tersebut dan mengonfirmasi bahwa peristiwa itu disebabkan oleh gangguan teknis kelistrikan.
"Dimungkinkan penyebab Gaung (Gauk) berbunyi karena ada korsleting sistem kelistrikan Gaung tersebut. Karena tidak ada kejadian yang darurat selanjutnya Saksi berkoordinasi dengan pengurus kampung, dan kemudian Saksi mematikan saklar MCB yang berada di bawah tiang gaung," jelas Dani.
Dugaan sementara menunjukkan bahwa gangguan kelistrikan tersebut terjadi akibat korsleting setelah kawasan tersebut diguyur hujan pascakemarau panjang.
Insiden berbunyinya sirine Plengkung Gading secara tidak sengaja menyingkap nostalgia historis bagi warga Yogyakarta mengenai keberadaan alat peringatan ikonik tersebut.
Gauk yang pada masa lalu difungsikan sebagai penanda waktu berbuka puasa maupun peringatan kondisi darurat kini menjadi bagian dari cagar budaya warisan sejarah Keraton yang menyimpan memori kolektif masyarakat lokal.
Di samping faktor teknis korsleting akibat perubahan cuaca, peristiwa ini menggarisbawahi pentingnya perawatan dan peremajaan berkala terhadap instalasi kelistrikan pada bangunan berstruktur antik.
Pemeliharaan fasilitas bersejarah secara rutin amat diperlukan guna mencegah terjadinya gangguan fungsi serupa yang dapat memicu keresahan publik di wilayah padat pemukiman.
Kecepatan tanggap pengurus RT serta Polresta Yogyakarta dalam merespons kepanikan warga patut diapresiasi karena berhasil mengondisikan situasi secara cepat dan terukur.
Klarifikasi resmi dari pihak kepolisian terbukti efektif dalam mematahkan spekulasi miring atau narasi mistis yang sempat berkembang liar di platform media sosial.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: