Karhutla Gunung Ciremai Padam, Tanaman Edelweis Ditemukan Layu dan Mengering

Karhutla Gunung Ciremai Padam, Tanaman Edelweis Ditemukan Layu dan Mengering

Dampak pilu karhutla terhadap ekosistem flora dan fauna pegunungan!--

INFORADAR.ID – Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan konservasi alam meninggalkan jejak kerusakan ekologis yang mendalam. Mengutip laporan iNews.id, kebakaran di Gunung Ciremai, Jawa Barat, tidak hanya menghanguskan vegetasi, tetapi juga mengancam kelangsungan flora dan fauna endemik.

Meskipun api dilaporkan telah berhasil dipadamkan, tim relawan yang melakukan penyisiran sisa bara api mendapati pemandangan memprihatinkan di kawasan Benteng Ciremai. Setidaknya tiga tanaman edelweis ditemukan dalam kondisi layu, mengering, dan dikelilingi abu sisa kebakaran.

"Pohon edelweis keagungan yang maha kuasa, tumbuh di atas batu tanpa tanah sekarang kekeringan kurang air," ujar Ujang, salah seorang relawan di lapangan.

Sebelumnya, dalam operasi penyisiran terpisah, relawan juga sempat menyelamatkan seekor bayi surili berbulu putih yang terpisah dari kawanannya dalam kondisi lemas dan kehausan di tengah kepungan asap serta ranting yang terbakar.

Hingga saat ini, tim gabungan terus menyisir area pegunungan guna memastikan tidak ada lagi titik bara tersembunyi yang berpotensi memicu kembalinya kobaran api di musim kemarau ekstrem ini.

Temuan ekologis tersebut menjadi pengingat nyata akan pentingnya perlindungan kawasan hutan lindung dari ancaman kerusakan lingkungan akibat kebakaran.

Kerusakan ekosistem di kawasan Gunung Ciremai memperlihatkan rentannya habitat flora langka seperti edelweis terhadap eskalasi bencana kebakaran hutan. Pemulihan kawasan konservasi pascakarhutla memerlukan waktu panjang serta intervensi aktif dari otoritas pengelola taman nasional guna mengembalikan keseimbangan rantai makanan satwa endemik.

Penanganan pascakarhutla kini difokuskan pada pengawasan intensif di jalur-jalur rawan serta evaluasi total jalur pendakian. Langkah antisipasi ini sangat krusial demi memastikan keamanan lingkungan kawasan pegunungan sekaligus mencegah terulangnya insiden kebakaran serupa di masa mendatang.

Di samping itu, penyelamatan satwa liar seperti bayi surili mencerminkan urgensi mitigasi penyelamatan darurat satwa saat bencana lingkungan terjadi. Perlindungan terhadap koridor satwa liar di sekitar kawasan penyangga gunung harus diperketat agar insiden terpisahnya satwa dari kelompok akibat kepanikan kebakaran tidak berulang.

Pemerintah daerah bersama balai taman nasional dan kelompok relawan perlu memperkuat sistem pencegahan dini berbasis komunitas di lingkar Gunung Ciremai. Peningkatan kesadaran masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas pemicu api di zona rawan menjadi kunci utama dalam melindungi warisan alam hayati Jawa Barat tersebut.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: