Setahun Sekolah Rakyat Berjalan, Sejauh Mana Perkembangannya?

Setahun Sekolah Rakyat Berjalan, Sejauh Mana Perkembangannya?

Dok:detik.com/Capaian positif satu tahun perjalanan Sekolah Rakyat di Indonesia!--

INFORADAR.ID – Program intervensi sosial di bidang pendidikan terus menunjukkan dampak nyata dalam pemerataan akses belajar bagi masyarakat marjinal. Mengutip laporan detikcom, program Sekolah Rakyat yang digagas pemerintah mencatatkan berbagai capaian strategis setelah genap berjalan selama satu tahun.

Presiden RI Prabowo Subianto menilai Sekolah Rakyat menjadi tumpuan harapan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk menggapai masa depan yang lebih baik.

"Tidak ada investasi yang lebih berharga daripada mengembalikan masa depan seorang anak," katanya dalam keterangan tertulis.

Melalui program ini, pemerintah berkomitmen memutus mata rantai kemiskinan antar-generasi lewat penyediaan pendidikan berkualitas tanpa biaya yang dipadukan dengan pemberdayaan ekonomi orang tua.

"Kalau orang tua mereka menghadapi nasib yang kurang baik, mengalami kondisi keterpurukan, kondisi kemiskinan, anak-anak mereka tidak boleh terus miskin. Sesuai pasal 34 Undang-Undang Dasar Negara kita, negara harus intervensi," paparnya.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyampaikan bahwa akulumasi peserta didik Sekolah Rakyat untuk tahun ajaran 2025-2026 dan 2026-2027 telah melampaui angka 45 ribu siswa secara nasional. Penjangkauan ini juga berhasil merangkul 429 anak rentan yang sebelumnya hidup di jalanan area Jabodetabek.

"Kalau digabung tahun (ajaran) 2025-2026 dan 2026-2027, (jumlah) siswa Sekolah Rakyat seluruh Indonesia jumlahnya sudah lebih dari 45 ribu siswa," papar Gus Ipul.

Tidak hanya dari sisi kuantitas, para siswa Sekolah Rakyat turut mengukir pelbagai prestasi nasional, mulai dari kemenangan di Olimpiade Nasional Indonesia, kelulusan anggota Paskibraka nasional untuk Upacara HUT ke-81 RI, hingga Kejuaraan Wushu Nasional. Kemensos kini menargetkan pembangunan 500 gedung permanen Sekolah Rakyat dalam 3 hingga 4 tahun ke depan.

"Jadi sekurang-kurangnya dalam 3 tahun, 4 tahun ke depan, ada 500 gedung permanen seperti ini di seluruh Indonesia yang bisa menampung lebih dari satu juta siswa," kata Gus Ipul.

Perkembangan pesat Sekolah Rakyat mempertegas urgensi kehadiran negara dalam menjamin keadilan sosial di sektor pendidikan dasar dan menengah. Kombinasi antara kurikulum formal, penjangkauan kelompok marjinal, serta penguatan sarana fisik gedung permanen menjadi fondasi kuat untuk meningkatkan indeks pembangunan manusia (HDI) di wilayah-wilayah tertinggal.

Di samping itu, integrasi antara pendidikan anak dan program pemberdayaan ekonomi keluarga menjadi kunci keberlanjutan kelulusan peserta didik Sekolah Rakyat. Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan lembaga sosial diharapkan terus diperkuat demi memastikan seluruh anak Indonesia memiliki kesempatan yang setara dalam meniti karier dan cita-cita di masa depan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: