Lagi Kekeringan dan Karhutla Melanda, Kemenag Terbitkan Edaran Ajak Umat Salat Istisqa

Lagi Kekeringan dan Karhutla Melanda, Kemenag Terbitkan Edaran Ajak Umat Salat Istisqa

Ikhtiar spiritual dan aksi nyata di tengah ancaman bencana!--

INFORADAR.ID – Pemerintah merespons dampak meluasnya bencana kekeringan dan kebakaran hutan di berbagai penjuru tanah air melalui pendekatan spiritual dan edukasi lingkungan. Mengutip laporan iNews.id, Kementerian Agama (Kemenag) mengimbau umat Islam untuk menyelenggarakan salat Istisqa guna memohon hujan.

Arahan tersebut dituangkan secara resmi melalui Surat Edaran Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Nomor 8 Tahun 2026 yang diterbitkan pada Jumat (23/10/2026). Surat edaran ini disiapkan sebagai panduan baku bagi seluruh tingkatan jajaran Kemenag maupun masyarakat umum dalam mengagendakan doa bersama.

"Imbauan ini kami tujukan kepada Kantor Wilayah Kemenag, KUA, penyuluh agama, hingga pengurus masjid dan majelis taklim di seluruh Indonesia," kata Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad.

Abu Rokhmad menjelaskan bahwa pelaksanaan salat Istisqa merupakan bentuk ikhtiar spiritual untuk memohon pertolongan Allah SWT di masa krisis air. Kendati demikian, beliau menekankan bahwa ritual ibadah ini harus diimbangi dengan kesadaran menjaga ekosistem sekitar.

"Melalui pelaksanaan salat istisqa, kami mengajak umat untuk memperbanyak istighfar, bersedekah, menghemat penggunaan air, menjaga kelestarian lingkungan, serta ikut mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan," ujarnya.

Seruan Kemenag ini mengemuka di tengah melonjaknya kasus karhutla serta krisis air bersih di sejumlah provinsi, di mana warga di beberapa daerah bahkan terpaksa mengantre air bersih akibat kemarau panjang yang belum mereda.

Melalui sinergi antara kepedulian lingkungan dan permohonan doa kolektif, Kemenag berharap kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian hutan dan hemat konsumsi air dapat meningkat, sekaligus mempercepat penanganan bencana hidrometeorologi kering di Indonesia.

Penerbitan surat edaran mengenai pelaksanaan salat Istisqa menegaskan pentingnya pendekatan holistik yang memadukan ikhtiar spiritualitas dan mitigasi bencana di tingkat tapak.

Mobilisasi jemaah melalui jaringan rumah ibadah serta lembaga keagamaan menjadi sarana edukasi publik yang efektif dalam mengampanyekan pentingnya pelestarian sumber daya air dan pencegahan pembakaran lahan secara liar.

Di samping itu, maraknya dampak kekeringan di berbagai daerah menuntut koordinasi lintas sektoral yang kuat antara Kementerian Agama, BNPB, dan pemerintah daerah.

Sinergi antara pemenuhan logistik air bersih, pemadaman darat dan udara, serta doa bersama masyarakat diharapkan mampu mempercepat pemulihan kondisi sosial-ekonomi kawasan terdampak bencana kemarau panjang.

Upaya spiritual dan langkah konkrit penanggulangan karhutla ini pada akhirnya menjadi momentum penting untuk memperkuat kesiapsiagaan nasional terhadap ancaman krisis iklim.

Penanggulangan bencana hidrometeorologi memerlukan komitmen berkelanjutan dari seluruh elemen bangsa guna memastikan keamanan lingkungan serta kesejahteraan masyarakat secara merata.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: