Harga Cabai Merah Keriting Naik di Banten, Stabilitas Pangan Jadi Perhatian

Harga Cabai Merah Keriting Naik di Banten, Stabilitas Pangan Jadi Perhatian

Pedagang menata berbagai komoditas cabai dan bahan pangan di pasar tradisional.-Pexels-

INFIRADAR.ID - Fluktuasi harga sejumlah komoditas pangan di Provinsi Banten menjadi sorotan menjelang berakhirnya Oktober 2026.

Pemerintah daerah terus melakukan pemantauan pasokan dan perkembangan harga demi menjaga keterjangkauan bahan pokok bagi masyarakat.

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten melaporkan bahwa pada minggu kedua Oktober, enam dari 25 komoditas yang dipantau mengalami kenaikan harga dibandingkan minggu sebelumnya. Komoditas tersebut meliputi beras premium, beras medium, beras SPHP, bawang merah, cabai merah keriting, dan cabai merah besar.

Dalam laporan yang diterbitkan pada 17 Oktober 2026 itu, cabai merah keriting mencatat kenaikan rata-rata tertinggi sebesar 10,36 persen, dari Rp63.199 menjadi Rp70.503. Harga terendah tercatat di Kabupaten Tangerang, sedangkan harga tertinggi berada di Kabupaten Lebak.

Dinas Ketahanan Pangan menjelaskan bahwa ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan dapat memengaruhi harga. Gangguan distribusi akibat cuaca buruk maupun kendala logistik juga berpotensi menyebabkan kenaikan harga di pasar daerah.

Meski demikian, perkembangan harga tidak seluruhnya menunjukkan kenaikan. Laporan yang sama mencatat 18 komoditas mengalami penurunan harga dibandingkan minggu sebelumnya, sedangkan minyak goreng merek Minyakita dilaporkan stabil.

Untuk menjaga keterjangkauan harga, pemerintah daerah menjalankan Gerakan Pangan Murah. Hingga 18 Oktober 2026, kegiatan tersebut telah dilaksanakan sebanyak 44 kali di wilayah Banten, terdiri atas kegiatan yang didanai APBD, APBN, dan pelaksanaan mandiri.

BACA JUGA:Agnez Mo Bakal Main Film Bareng Nicolas Cage dan Michael Sheen, Syuting di London November 2026

BACA JUGA:Andra Soni Usulkan Revisi Perda Aset Daerah Banten, Ini 5 Poin yang Bakal Diubah

Pemantauan harga dan ketersediaan pasokan perlu dilakukan secara berkelanjutan agar pemerintah dapat mengantisipasi gejolak pasar. Masyarakat juga membutuhkan informasi harga yang mudah diakses untuk membantu merencanakan belanja kebutuhan sehari-hari.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: