BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem, Hujan Lebat dan Angin Kencang Ancam Sejumlah Wilayah

BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem, Hujan Lebat dan Angin Kencang Ancam Sejumlah Wilayah

Ilustrasi hujan lebat-Pinterest/sevinj ad-

INFORADAR.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kembali memberikan peringatan kepada masyarakat terkait potensi hujan sedang hingga lebat di sejumlah wilayah Indonesia walaupun masih didominasi dengan cuaca panas.

BMKG memberitahukan bahwa tanggal 13-19 Oktober 2026 harus diwaspadai karena bisa turun hujan yang bisa menganggu aktivitas harian serta meningkatkan resiko bencama hidrometeorologi.

Dalam prakiraan resminya, BMKG menyebut Banten, Jawa Barat, Sumatera Barat, Aceh, dan sejumlah wilayah Kalimantan termasuk daerah yang berpotensi mengalami peningkatan curah hujan. Sementara itu, Sumatera Utara masuk kategori siaga terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat pada 13–15 Oktober 2026.

BACA JUGA:Raline Shah Mundur dari Stafsus Menkomdigi, Pilih Fokus ke Babak Baru Karier

BACA JUGA:Candaan Gubernur Kalteng Soal Karhutla Menuai Sorotan, Komisi II DPR Minta Pejabat Publik Jaga Empati

BMKG menjelaskan, dinamika atmosfer turut memengaruhi pertumbuhan awan hujan. Aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang Rossby Ekuatorial, gelombang Kelvin, serta pertemuan dan perlambatan angin berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan di beberapa daerah.

Hujan berintensitas tinggi dapat memicu genangan, banjir, dan tanah longsor, terutama di wilayah dengan drainase buruk maupun kawasan rawan bencana. Angin kencang juga berpotensi mengganggu perjalanan, merusak bangunan, serta menyebabkan pohon tumbang yang membahayakan keselamatan warga.

Dampak cuaca ekstrem turut dirasakan pada sektor transportasi dan perekonomian masyarakat. Gangguan perjalanan dapat menghambat distribusi barang, sedangkan aktivitas perdagangan dan pekerjaan luar ruangan berpotensi terganggu ketika hujan deras disertai petir terjadi.

BMKG mengimbau masyarakat memantau informasi cuaca dan peringatan dini melalui situs resmi BMKG, aplikasi InfoBMKG, serta kanal komunikasi pemerintah daerah. Warga juga diminta meningkatkan kewaspadaan ketika beraktivitas di sekitar sungai, lereng, dan kawasan yang berpotensi mengalami banjir.

BACA JUGA:Gong Yoo Gelar Fan Meeting Pertama di Indonesia 17 Oktober 2026, Ini Harga Tiket dan Benefit-nya

BACA JUGA:WhatsApp Siapkan Fitur Jadwalkan Pesan, Bisa Kirim Chat Otomatis hingga Dua Minggu ke Depan

Pemerintah daerah dan instansi terkait diharapkan memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan bencana, termasuk memastikan saluran air berfungsi serta menyiapkan langkah evakuasi. Kewaspadaan bersama diperlukan untuk mengurangi risiko kerugian dan menjaga keselamatan masyarakat selama periode cuaca tidak menentu.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: