Arya Saloka dan Putri Marino Bawa Empat Musim Pertiwi ke BIFF 2026

Arya Saloka dan Putri Marino Bawa Empat Musim Pertiwi ke BIFF 2026

Arya Saloka dan Putri Marino Bawa Empat Musim Pertiwi ke BIFF 2026--Instagram @aryasaloka

INFORADAR.ID - Busan International Film Festival (BIFF) 2026 menjadi salah satu panggung internasional bagi Arya Saloka dan Putri Marino untuk memperkenalkan film Indonesia. Keduanya hadir di Korea Selatan bersama tim Empat Musim Pertiwi yang masuk dalam program resmi BIFF 2026.

BIFF 2026 berlangsung pada 6-15 Oktober 2026. Selain membawa sejumlah film Tanah Air, festival tersebut juga menjadi ruang pertemuan bagi aktor, sutradara, dan produser Indonesia dengan penonton serta pelaku industri film internasional.

Arya Saloka menjadi salah satu wajah Indonesia yang hadir di Busan untuk memperkenalkan Empat Musim Pertiwi atau Four Seasons in Java. Dalam film garapan Kamila Andini tersebut, Arya dipercaya menjadi salah satu pemeran utama.

Arya tidak datang sendirian. Ia hadir bersama Putri Marino, Christine Hakim, Kamila Andini, serta produser Ifa Isfansyah dalam berbagai rangkaian kegiatan BIFF 2026.

Kehadiran mereka semakin mencuri perhatian karena Empat Musim Pertiwi sebelumnya terpilih menjadi wakil Indonesia untuk kategori Best International Feature Film di Academy Awards atau Oscar 2027.

BACA JUGA:Bikin Penasaran! Ada Apa Hokky Caraka dengan Penyanyi Anneth?

BACA JUGA:Baru Tiga Bulan Go Public, Hubungan Aisyah Aqilah dan Refal Hady Diduga Kandas

Di BIFF 2026, film tersebut masuk dalam program A Window on Asian Cinema. Kehadiran di program tersebut menjadi kesempatan bagi Empat Musim Pertiwi untuk menjangkau penonton internasional sekaligus memperkenalkan cerita Indonesia melalui layar lebar.

Film berdurasi 137 menit itu merupakan hasil produksi kolaborasi Indonesia, Prancis, Belanda, Norwegia, Arab Saudi, dan Polandia. Kolaborasi lintas negara tersebut turut memperluas perjalanan film sebelum nantinya melanjutkan proses menuju Oscar 2027.

Putri Marino juga menjadi bagian penting dalam perjalanan film tersebut di Busan. Ia memerankan karakter Pertiwi, seorang perempuan yang memutuskan kembali ke kampung halamannya setelah meninggalkan tempat tersebut selama 20 tahun.

Namun, kepulangan Pertiwi ternyata jauh dari kata sederhana. Ia harus berhadapan dengan penolakan dari masyarakat dan keluarganya akibat masa lalu yang membuatnya pernah menjalani hukuman penjara.

Karakter Pertiwi membawa cerita tentang kepulangan, masa lalu, serta persoalan sosial yang kemudian menjadi bagian dari perjalanan film tersebut. Cerita dengan latar kehidupan masyarakat Indonesia itu kini diperkenalkan kepada audiens festival film internasional.

BACA JUGA:Mendesak! Leonardo DiCaprio Suarakan Kebakaran Hutan di Kalimantan dan Sumatera

BACA JUGA:Bukan Blok M atau PIK, Taeyong NCT Keliling Jakarta dan Temukan Warung Kerek

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: