Fedi Nuril Ungkap Alasan Main di Film Gak Ada Matinya, Angkat Isu Fatherless
Fedi Nuril Ungkap Alasan Main di Film Gak Ada Matinya--Instagram @fedinuril
INFORADAR.ID - Film Gak Ada Matinya tak hanya menawarkan dark jokes dan komedi untuk menghibur penonton. Di balik kelucuan ceritanya, Film yang dibintangi Fedi Nuril dan Benidictus Siregar ini turut mengangkat isu fatherless serta rumitnya komunikasi antara bapak dan anak laki-laki.
Film Gak Ada Matinya dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia pada 5 November 2026. Ceritanya memadukan komedi dengan drama keluarga yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Bagi Fedi Nuril, kekuatan cerita menjadi salah satu alasan utama dirinya menerima tawaran bermain dalam film tersebut. Ia melihat hubungan antara bapak dan anak laki-laki yang tidak akur sebagai konflik yang memiliki sisi emosional kuat.
Selain tertarik dengan dramanya, Fedi juga menjadikan film ini sebagai kesempatan untuk mengasah kemampuan di genre komedi. Aktor yang lebih sering tampil dalam film drama tersebut mengakui bahwa komedi bukan genre yang mudah untuk dimainkan.
"Menurutku komedi itu adalah genre yang susah dan aku merasa aku harus menimba banyak ilmu dan pengalaman di genre itu. Ceritanya menurut aku sangat kuat, pertama yang terpenting buat aku dari sisi dramanya ini tentang hubungan bapak dan anak laki-laki yang enggak akur," ujar Fedi Nuril dikutip dari tayangan ShowBiz Metro TV, Minggu (4/10/2026).
BACA JUGA:Kuasa Gelap: Perjanjian Darah Hadirkan Teror Lebih Luas, Siap Tayang Oktober
BACA JUGA:Gak Ada Matinya Rilis Trailer, Oki Rengga Hadapi Ayah yang Hidup Kembali
Topik hubungan orang tua dan anak terasa semakin personal bagi Fedi karena dirinya kini juga telah menjadi seorang ayah. Ia mengaku persoalan pengasuhan dan komunikasi antara bapak dengan anak laki-laki menjadi isu yang membuatnya cukup tersentuh.
"Indonesia adalah salah satu negara dengan fatherless terbanyak. Buat gue pribadi, apalagi gue juga udah jadi ayah, gue sangat khawatir itu kejadian di anak-anak gue," tutur Fedi.
Menurut Fedi, keterlibatannya dalam film ini bukan hanya soal menjalankan karakter. Ia juga melihat adanya kesempatan untuk menyampaikan pesan mengenai pentingnya peran ayah dalam tumbuh kembang anak, khususnya melalui hubungan emosional yang terbangun dalam keluarga.
"Jadi ketika ada momen untuk bisa share tentang parenting, khususnya bapak dan anak laki-laki, itu akan selalu menyentuh gua," lanjutnya.
Sementara itu, Benidictus Siregar menyoroti dinamika menarik antara para komika dan aktor senior selama proses produksi. Kehadiran para pemain dari latar belakang komedi justru menjadi ruang belajar untuk memahami bagaimana humor ditempatkan dalam sebuah cerita film.
BACA JUGA:Film Agensi Rumah Tangga Tembus 900 Ribu Penonton, Masih Ramaikan Bioskop
BACA JUGA:Film Meong! Karya Mahasiswa ITB Raih Most Inspiring Film Award di Festival Internasional
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: