Harga Cabai Naik, Bagaimana Perubahan Cuaca Memengaruhi Harga Pangan?

Harga Cabai Naik, Bagaimana Perubahan Cuaca Memengaruhi Harga Pangan?

cabai-pxhere.com-

INFORADAR.ID - Kenaikan Harga cabai terjadi disejumlah wilayah pada bulan September 2026. Kenaikan ini terjadi karena disebagian wilayah Indonesia masih diterpa kemarau dengan cuaca panas dan kurangnya ketersediaan air.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menyebut salah satu factor Utama terjadinya kenaikan ini adalah karena cuaca panas dan fenomena El Nino. Pada 26 September 2026 saja, Harga rata-rata cabai rawit di pasar menyentuh angka Rp70 ribu per kilogram.

Data Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan pada periode yang sama menunjukkan harga cabai merah keriting berada di sekitar Rp55.996 per kilogram, cabai rawit merah Rp74.435 per kilogram, dan cabai merah besar Rp48.202 per kilogram. Harga ketiganya tercatat mengalami kenaikan dibandingkan hari sebelumnya. Pergerakan tersebut menunjukkan komoditas hortikultura masih menghadapi tekanan harga di tingkat pasar.

Tekanan harga juga terlihat dalam pemantauan Dewan Ekonomi Nasional pada pekan kedua September. Harga cabai rawit secara bulanan meningkat 37,8 persen, sedangkan cabai merah naik 26,8 persen. Secara tahunan, harga cabai rawit tercatat meningkat 65,2 persen dan cabai merah 13,9 persen. Pemerintah mengaitkan kenaikan tersebut dengan krisis ketersediaan air akibat cuaca sangat panas dan fenomena El Niño.

Kondisi cuaca tersebut dapat memengaruhi produksi tanaman hortikultura. BMKG mencatat hingga awal September sekitar 81 persen Zona Musim di Indonesia telah memasuki musim kemarau. Sebanyak 1.637 titik mengalami hari tanpa hujan kategori ekstrem, yakni lebih dari 60 hari berturut-turut, terutama di sejumlah wilayah bagian selatan Indonesia. Kondisi kering berkepanjangan dapat meningkatkan tantangan pengelolaan air bagi sektor pertanian.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) sebelumnya juga mencatat kemarau berkepanjangan sebagai salah satu faktor yang memengaruhi fluktuasi harga cabai rawit. Selain cuaca, organisme pengganggu tanaman serta alih tanam ke komoditas lain turut menjadi faktor yang diperhatikan pemerintah. Bapanas menyebut produksi cabai rawit nasional pada September diperkirakan sekitar 119 ribu ton.

Untuk menjaga pasokan dan mengendalikan gejolak harga, pemerintah menyiapkan langkah distribusi dari wilayah surplus menuju daerah yang mengalami kekurangan pasokan. Bapanas bersama Kementerian Pertanian juga menjalankan Fasilitasi Distribusi Pangan untuk membantu memenuhi kebutuhan di daerah dengan harga cabai yang mengalami kenaikan. Langkah tersebut diharapkan dapat memperpendek kesenjangan pasokan antarwilayah.

Kenaikan harga cabai menunjukkan bahwa kondisi iklim memiliki keterkaitan dengan stabilitas pangan dan harga di tingkat konsumen. Ketika ketersediaan air dan produksi terganggu, pasokan dapat berkurang sementara permintaan tetap berjalan. Karena itu, pemantauan cuaca, pengelolaan air, kesiapan produksi, serta distribusi antardaerah menjadi bagian penting untuk menjaga ketersediaan pangan dan meredam fluktuasi harga di pasar.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: