Menlu Sugiono Perkuat Diplomasi Bilateral dan Galang Dukungan di Sela Sidang Umum PBB

Menlu Sugiono Perkuat Diplomasi Bilateral dan Galang Dukungan di Sela Sidang Umum PBB

Diplomasi maraton Indonesia di panggung dunia!--

INFORADAR.ID – Menteri Luar Negeri RI Sugiono memanfaatkan momentum Sidang Majelis Umum PBB ke-81 di New York, Amerika Serikat, untuk memperkuat hubungan bilateral dan menggalang dukungan internasional.

Mengutip laporan Kantor Berita ANTARA, langkah diplomasi maraton ini ditujukan guna memperluas kerja sama strategis serta memajukan berbagai kepentingan nasional Indonesia di tingkat global.

Dalam rangkaian pertemuan pada Selasa (22/9/2026), Menlu Sugiono menggelar dialog bilateral bersama Menlu Inggris Ed Miliband dan Menlu Belanda Tom Berendsen.

Selain itu, Menlu Sugiono juga melangsungkan pull-aside meeting dengan Menlu Jerman Johann Wadephul di sela-sela pembukaan Debat Umum Majelis Umum PBB guna membahas penguatan kemitraan strategis antarnegara.

Pertemuan bersama Menlu Inggris Ed Miliband berfokus pada penegasan komitmen kedua pihak untuk memperkuat kemitraan bilateral melalui New Strategic Partnership.

Kerja sama ini diharapkan dapat memberikan dampak positif serta manfaat yang terasa secara langsung bagi pembangunan perekonomian dan masyarakat di kedua negara.

Sementara itu, pembicaraan dengan Menlu Jerman Johann Wadephul ditujukan untuk mempersiapkan momentum bersejarah peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia Jerman yang jatuh pada tahun depan.

Di sisi lain, dialog bersama Menlu Belanda Tom Berendsen menyoroti penguatan sinergi di forum multilateral, termasuk pembahasan terkait isu kemanusiaan di Palestina.

Kedua menteri kemudian melanjutkan agenda dengan pertemuan trilateral bersama Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Operasi Perdamaian, Jean-Pierre Lacroix.

Agenda trilateral tersebut membahas persiapan penyelenggaraan UN Peacekeeping Ministerial (UNPM) 2027, di mana Indonesia dan Belanda ditunjuk menjadi tuan rumah bersama di Jakarta. 

Sugiono juga menerima permohonan audiensi dari Rebeca Grynspan, kandidat Sekretaris Jenderal PBB asal Kosta Rika. Pertemuan ini dimanfaatkan untuk bertukar pandangan mengenai dinamika tantangan global terkini serta strategi penguatan peran PBB dalam menjaga stabilitas dunia.

Rangkaian diplomasi intensif di New York ini secara bersamaan digunakan Indonesia untuk menggalang dukungan internasional atas pencalonan sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB periode 2029–2030. Komitmen diplomasi ini mempertegas peran aktif Indonesia dalam memajukan perdamaian serta kemitraan multilateral yang inklusif.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: