ICP Melonjak, Akankah Harga BBM dan Kebutuhan Pokok Ikut Terdorong?
Indonesian Crude Prince -Kementerian ESDM -
INFORADAR.ID — Minyak Mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) mengalami lonjakan Harga pada Agustus 2026. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan rata-rata ICP sebesar US$89,43 per barel, naik US$7,75 dari bulan sebelumnya yang berada di level US$81,68 per barel.
Kenaikan tersebut ditetapkan melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 352.K/MG.03/MEM.M/2026. Pemerintah sendiri menjelaskan bahwa adanya peningkatan ICP dipengaruhi oleh dinamika pasar minyak global, terutama meningkatnya resiko geopolitik dan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan di sejumlah jalur distribusi strategis.
Kondisi di kawasan Selat Hormuz dan Laut Merah menjadi salah satu perhatian pasar. Ketegangan geopolitik, serangan terhadap kapal tanker dan fasilitas kilang, serta pengetatan sanksi ekonomi turut meningkatkan kekhawatiran terhadap kelancaran pasokan minyak global.
BACA JUGA:Barcelona Sukses Taklukkan Levante 4-2 di LaLiga
BACA JUGA:Bansos Beras 30 Kg Dipungut Biaya? Bapanas Tegaskan Bantuan Wajib Diterima Utuh
Dengan adanya lonjakan harga minyak dapat memberikan tekanan terhadap biaya energi. Namun, meskipun harga ICP meningkat, bukan berarti harga BBM di Indonesia lengsung mengalami kenaikan. Keaikan harga BBM sendiri dipengaruhi oleh berbagai factor termasuk kebijakan pemerintah, mekanisme harga, nilai tukar rupiah, serta kondisi pasar minyak secara keseluruhan.
Dampak kepada kebutuhan pokok juga tidak langsung dirasakan secara cepat. Jika energi dan distribusi meningkat dalam waktu yang cukup lama, biaya dalam pengangkutan barang juga dapat ikut terdorong sehingga berpotensi memberikan tekanan terhadap harga di sejumlah barang dan jasa.
Untuk September 2026, pemerintah memproyeksikan ICP masih berada pada level tinggi, yakni sekitar US$83–US$87 per barel. Pemerintah menyatakan akan terus memantau perkembangan harga minyak dunia untuk menjaga ketahanan energi nasional.
BACA JUGA:Hari Keenam Pencarian 8 Orang Hilang di Selat Sunda, Gubernur Banten Dorong Operasi Diperpanjang
BACA JUGA:CEO Danantara Optimistis Suahasil Nazara Bawa Angin Positif Bagi Ekonomi dan Investasi RI
Dengan demikian, kenaikan ICP menjadi sinyal yang perlu diperhatikan masyarakat dan pemerintah. Dampak akhirnya terhadap BBM dan harga kebutuhan pokok akan sangat bergantung pada perkembangan harga minyak global, kebijakan energi, nilai tukar, serta kondisi distribusi dalam negeri.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: