Nama Arya Saloka, Baim Wong, dan Chicco Jerikho Dipakai GJLS Berapi-Api, Promosinya Bikin Netizen Heboh

Nama Arya Saloka, Baim Wong, dan Chicco Jerikho Dipakai GJLS Berapi-Api, Promosinya Bikin Netizen Heboh

Nama Arya Saloka, Baim Wong, dan Chicco Jerikho Dipakai GJLS Berapi-Api, Promosinya Bikin Netizen Heboh--

INFORADAR.ID - Promosi film GJLS: Berapi-Api sukses mencuri perhatian dengan cara yang tidak biasa. Trio GJLS, Rigen Rakelna, Ananta Rispo, dan Hifdzi, menggunakan nama Arya Saloka, Baim Wong, hingga Chicco Jerikho sebagai bagian dari materi promosi, meski ketiganya tidak menjadi pemeran dalam film tersebut.

Gimmick tersebut sontak memancing berbagai reaksi dari netizen. Nama para aktor yang dikenal luas di industri hiburan Indonesia itu ikut menjadi bahan percakapan, bahkan membuat para pemilik nama turut merespons aksi promosi yang dilakukan trio GJLS.

Salah satu yang ikut terseret adalah Arya Saloka. Dalam sejumlah unggahan, Rigen bahkan mengklaim dirinya sebagai Arya Saloka sebagai bagian dari promosi GJLS: Berapi-Api. Aksi tersebut kemudian berlanjut dengan kolaborasi Rigen dan Arya Saloka untuk mempromosikan film Munafik.

Strategi promosi yang memanfaatkan nama selebritas tersebut membuat kampanye film terasa seperti lelucon yang sengaja diperpanjang. Alih-alih hanya mengandalkan materi poster atau trailer, GJLS memanfaatkan karakter komedi dan kejutan untuk membuat calon penonton penasaran dengan film mereka.

Di balik promosi yang ramai tersebut, Amadeus Sinemagna bersama GJLS Entertainment telah resmi mengumumkan film terbaru mereka. GJLS: Berapi-Api dijadwalkan tayang serentak di seluruh jaringan bioskop Indonesia pada 5 November 2026.

BACA JUGA:Film Empat Musim Pertiwi Karya Kamila Andini Tayang 8 Oktober 2026, Dibintangi Putri Marino dan Arya Saloka

BACA JUGA:Gunung Anak Krakatau Erupsi, 3 Film Ini Pernah Bongkar Dahsyatnya Krakatau

Film ini menjadi kelanjutan dari GJLS: Ibuku Ibu-Ibu yang dirilis pada 2025. Rigen Rakelna, Ananta Rispo, dan Hifdzi kembali menjadi trio utama, tetapi kali ini mereka mendapat tantangan baru dengan bertransformasi menjadi petugas pemadam kebakaran.

Alih-alih menampilkan petugas damkar dengan aksi heroik yang serius, film ini justru membawa kekacauan khas GJLS. Kepanikan, konflik persahabatan, dialog absurd, serta persoalan ego menjadi bagian dari cerita yang berlangsung di tengah situasi penuh api.

Rigen menggambarkan pengalaman mereka di film terbaru ini berbeda dari film sebelumnya. “Di film pertama, kita dibikin pusing dengan urusan bapak-anak. Sekarang di 'GJLS: Berapi-Api', kita dikasih seragam damkar, helm baja, sama selang bertekanan tinggi,” ujarnya.

Menurut Rigen, tantangan dalam film bukan hanya menghadapi kobaran api, tetapi juga “kebakaran ego” masing-masing karakter. Ia menyebut penonton tidak perlu mengharapkan aksi heroik yang tenang karena film tersebut justru dipenuhi teriakan, kepanikan, dan persahabatan yang diuji.

Dari sisi penyutradaraan, GJLS: Berapi-Api kembali digarap Monty Tiwa. Sutradara yang telah lebih dari dua dekade berkecimpung di industri perfilman Indonesia itu mengaku mengarahkan trio GJLS dalam film aksi pemadam kebakaran menjadi tantangan tersendiri.

BACA JUGA:4 Film Indonesia Lolos BIFF 2026, Ada Laut Bercerita hingga IBUKU

BACA JUGA:Spider-Man: Brand New Day Cetak Rekor, Tembus US$900 Juta dalam 36 Hari

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: