Perumahan Bumi Nagara Lestari Siapkan Sistem Penanggulangan Banjir

Perumahan Bumi Nagara Lestari Siapkan Sistem Penanggulangan Banjir

Perumahan Bumi Nagara Lestari di Desa Nagara, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang, membangun sistem pengendalian banjir-Istimewa-

SERANG - Perumahan Bumi Nagara Lestari di Desa Nagara, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang, membangun sistem pengendalian banjir. Upaya ini untuk mewujudkan hunian yang aman dan nyaman. 

Peresmian sistem penanggulangan banjir ini dihadiri oleh Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah, Anggota DPRD Provinsi Banten Fraksi Gerindra Dedi Haryadi, Jajaran Direksi SHOEI Japan Group, Direksi PT Indo Graha Lestari, serta sejumlah pejabat Pemkab Serang. 

Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pengembang atas pembangunan sistem penanggulangan banjir tersebut. Menurutnya, penyediaan sistem ini merupakan komitmen dan tanggung jawab pengembang kepada warga. 

"Di perumahan ini memang sebelumnya selalu langganan banjir, insya Allah dengan hadirnya sistem ini akan menyelesaikan masalah tersebut," ujar Zakiyah. 

Zakiyah juga mengapresiasi pengembang dan warga yang sebelumnya sudah melakukan normalisasi sungai dengan swadaya. Ia mengaku sudah menyampaikan kepada Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWSC3) untuk melakukan normalisasi hingga tuntas.

Menurut Zakiyah, langkah yang diambil oleh pengembang perumahan Bumi Nagara Lestari dapat menjadi contoh bagi pengembang lainnya. “Ini contoh pengembang yang tanggung jawab, saya rasa dapat menjadi pilot project untuk pengembang lainnya agar melakukan hal yang sama,” ujarnya.

Direktur Utama PT Indo Graha Lestari, Ali Suharli, mengatakan proyek pembuatan sistem pengendalian banjir ini sudah dilakukan sejak tiga bulan lalu. Biaya yang dikeluarkan mencapai Rp1,7 miliar.

Untuk menjalankan proyek ini, pihaknya mengundang konsultan dari Institut Teknologi Bandung (ITB) agar ada kajian teknisnya. “Dari ITB merekomendasikan dua pompa air, kita sediakan tiga, supaya jika ada yang mati bisa bergantian,” ujarnya.

Ali menyampaikan, tiga pompa air itu dapat mengurangi debit air 60 centimeter dalam satu jam. “Jadi akan cepat surut, pompa air ini sudah sangat cukup, bahkan kita siapkan lebih dari hasil rekomendasi kajian teknis,” katanya. 

President Director Of SHOEI Group Japan, Masahiro Morito, mengatakan tujuan SHOEI menjalankan bisnis perumahan di Indonesia bukan hanya untuk membangun dan menjual rumah. Tujuan SHOEI menjalankan bisnis perumahan di Indonesia bukan hanya untuk membangun dan menjual rumah. "Kami ingin memanfaatkan pengalaman yang telah kami kembangkan di Jepang untuk menyediakan lingkungan hunian yang aman dan nyaman bagi masyarakat Indonesia. Hal ini merupakan salah satu misi penting bagi kami," katanya. 

Karena itu, pihaknya juga memandang serius permasalahan banjir yang selama ini terjadi di Bumi Nagara Lestari. Sebagai perusahaan yang menyediakan hunian bagi masyarakat, kami merasa memiliki tanggung jawab untuk menghadapi persoalan tersebut secara serius.

Bersama PT Indo Graha Lestari, SHOEI memutuskan untuk tidak hanya mengandalkan satu fasilitas, tetapi melakukan penanggulangan banjir secara menyeluruh. "Secara konkret, kami telah memasang 3 unit pompa dengan kapasitas masing-masing 60 meter kubik per jam, serta meningkatkan kapasitas daya listrik PLN agar sistem dapat beroperasi secara stabil," ujarnya. 

Selain itu, untuk menghadapi kemungkinan terjadinya pemadaman listrik, pihaknya juga menyediakan genset berkapasitas 125 kVA, sehingga pompa tetap dapat beroperasi ketika diperlukan.

Tidak hanya itu, pihaknya juga melakukan normalisasi Sungai Cikambuy, perbaikan dan penguatan tanggul, perbaikan pintu air, perbaikan sistem drainase di kawasan perumahan, serta penambahan saluran U-Ditch. "Dengan menggabungkan seluruh langkah tersebut, kami berharap dapat mengurangi risiko banjir di Bumi Nagara Lestari dan menciptakan lingkungan hunian yang lebih aman," ujarnya. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: