Ribuan Warga Teken Petisi Tolak Pengeboran 2.000 Meter di Gunung Ungaran

Ribuan Warga Teken Petisi Tolak Pengeboran 2.000 Meter di Gunung Ungaran

Warga ramai-ramai tolak pengeboran gunung ungaran--Pinterest/mee

INFORADAR.ID – Rencana eksplorasi energi panas bumi atau geothermal di kawasan Gunung Ungaran, Jawa Tengah, menuai penolakan dari masyarakat. Ribuan warga telah menandatangani petisi daring yang meminta pemerintah menghentikan rencana pengeboran panas bumi di kawasan tersebut.

Petisi yang digagas oleh Heru P sejak 27 Agustus 2026 itu diunggah melalui platform Change.org. Hingga Senin (31/8/2026), tercatat lebih dari 3.500 orang telah memberikan dukungan terhadap petisi penolakan tersebut. 

Penolakan muncul seiring rencana pengembangan Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Gunung Ungaran yang mencakup wilayah sekitar 29.800 hektare. Dalam tahap eksplorasi, pengeboran diperkirakan dilakukan hingga kedalaman sekitar 1.900–2.200 meter untuk mengetahui potensi reservoir panas bumi. 

Melalui petisi tersebut, masyarakat menyampaikan kekhawatiran terhadap potensi dampak eksplorasi terhadap sumber air, lingkungan, pertanian, kawasan wisata, hingga keberadaan situs budaya di sekitar Gunung Ungaran.

Penggagas petisi, Heru, menilai Gunung Ungaran memiliki fungsi penting bagi kehidupan masyarakat di sekitarnya, terutama sebagai sumber air untuk kebutuhan sehari-hari dan pertanian.

BACA JUGA:Lonjakan Serangan Siber Sektor Pendidikan Picu Urgensi Keamanan Data Pelajar

BACA JUGA:Bukan Sekadar Formalitas, Ini Manfaat NIB bagi Pelaku UMKM

"Gunung Ungaran adalah sumber kehidupan. Airnya dibutuhkan untuk kebutuhan sehari-hari, pertanian, dan kehidupan masyarakat yang berada di lereng hingga wilayah sekitarnya," ujarnya sebagaimana dikutip dari petisi yang diberitakan Republika.

Menurutnya, penolakan tersebut bukan berarti masyarakat menolak pembangunan maupun penggunaan energi bersih. Namun, pembangunan energi dinilai harus tetap mempertimbangkan keberlanjutan lingkungan dan keselamatan masyarakat.

Kekhawatiran warga juga dipengaruhi kondisi sumber air yang disebut mengalami penurunan debit dalam beberapa tahun terakhir, terutama ketika memasuki musim kemarau. Masyarakat khawatir aktivitas eksplorasi justru memperburuk kondisi tersebut.

"Kami tidak ingin menunggu sampai mata air berkurang, sumber air masyarakat terganggu, pertanian terdampak, atau kerusakan lingkungan terjadi, baru kemudian kita bertindak," kata Heru.

Pemerintah Sebut Proyek Belum Masuk Tahap Pengeboran

Di tengah penolakan masyarakat, pemerintah menyebut rencana geothermal Gunung Ungaran masih berada dalam tahapan kajian dan belum dapat langsung melakukan pengeboran.

BACA JUGA:Sering Bilang “In This Economy”? Ini Arti dan Alasan Gen Z Suka Menggunakannya

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: