Ledakan AI Bikin Data Center Indonesia Membesar, Listrik Nasional Ikut Jadi Taruhan

Ledakan AI Bikin Data Center Indonesia Membesar, Listrik Nasional Ikut Jadi Taruhan

Pasokan listrik -Informatika Alma Ata-

INFORADAR.ID — Pertumbuhan kecerdasan buatan (AI), komputasi awan, dan layanan digital membuat industri data Indonesia mengalami perkembangan yang begitu pesat. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mencatat kapasitas data center nasional pada 2025 mencapai sekitar 370 megawatt (MW), meningkatkan sangat signifikan 210 MW pada 2024.

Besarnya kapasitas tersebut menunjukkan kebutuhan infrastruktur digital semakin tinggi. Data center menjadi tempat penyimpanan dan pemrosesan data berbagai layanan, termasuk cloud, aplikasi digital, hingga sistem berbasis AI. Semakin besar beban komputasi yang dijalankan, semakin besar pula kebutuhan listrik untuk mengoperasikan server dan sistem pendinginnya.

Dengan semakin bertumbuhnya pada sektor ini, kebutuhan akan energi menjadi salah satu tantangan penting yang harus dihadapi. PLN menyebut bahwa pertumbuhan data center, khususnya yang berbasis AI, membutuhkan pasokan listrik dalam jumlah besar yang tidak hanya tersedia, tetapi juga harus stabil dan andal. Karena itu, pengembangan pusat data perlu berjalan beriringan dengan kesiapan jaringan kelistrikan.

BACA JUGA:BNI Rilis Wondr Merchant dan BNIdirect Bisnis, Pelaku Usaha Kini Bisa Pantau Transaksi Lebih Praktis

BACA JUGA:Jangan Cuma Cek Makanannya, Kemasan Juga Bisa Berisiko! Ini Aturan Baru BPOM soal Kemasan Pangan

Pemerintah telah memasukkan kebutuhan industri digital dalam perencanaan ketenagalistrikan. RUPTL PLN 2025–2034 menargetkan tambahan kapasitas pembangkit dan penyimpanan sebesar 69,5 GW, dengan 52,9 GW atau 76 persen berasal dari energi baru terbarukan dan penyimpanan energi.

Dorongan terhadap energi bersih dan terbarukan menjadi semakin penting karena perusahaan teknologi global sudah mulai memperhatikan jejak esmisi karbon operasi data center. Indonesia sendiri memiliki peluang dalam memanfaatkan energi Surya, hidro, panas bumi, dan sumber ETB lainnya guna memenuhi kebutuhan pusat data sekaligus menjaga target transisi energi.

Di sisi lain, ekspansi data center juga membawa peluang ekonomi. Investasi infrastruktur digital dapat mendorong pembangunan jaringan listrik, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat ekonomi digital di kawasan Asia Tenggara. Bahkan, ekosistem industri menargetkan kapasitas nasional melampaui 2.000 MW pada 2029.

BACA JUGA:QRIS Makin Canggih, Begini Masa Depan Pembayaran Digital Indonesia

BACA JUGA:Password Mulai Ditinggalkan, Passkey Siap Jadi Standar Baru Keamanan Digital

Dengan demikian, adanya ledakan teknologi AI bukan sekedar soal kecanggihan teknologi belaka, melainkan juga tentang energi yang menopangnya. Tantangan Indonesia kedepan adalah memastikan agar pertumbuhan data center tidak menimbulkan tekanan berlebihan terhadap sistem kelistrikan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait